Senin, 29/06/2026 14:37 WIB

Berap Biaya Cakak Pepadun untuk Raih Gelar Adat Lampung?





Cakak Pepadun merupakan upacara adat masyarakat Lampung Pepadun untuk mengangkat atau menaikkan status sosial seseorang dalam struktur adat.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) duduk di atas Pepadun sembari menginjak kepala kerbau dalam sebuah prosesi adat Lampung Pepadun (Foto: Kupas Lampung)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah modernisasi yang terus berkembang, masyarakat adat Lampung Pepadun masih mempertahankan salah satu tradisi paling sakral dan bergengsi, yakni Cakak Pepadun. Tradisi ini bukan sekadar upacara adat, melainkan prosesi kenaikan status sosial yang memungkinkan seseorang memperoleh gelar adat seperti Suttan, Raja, Pangeran, hingga Dalom.

Namun, untuk memperoleh gelar tersebut, biayanya tidaklah murah. Dalam praktiknya, penyelenggaraan Cakak Pepadun dapat menghabiskan dana mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan dalam beberapa kasus mencapai miliaran rupiah, tergantung skala upacara yang digelar.

Pepadun kembali menjadi perhatian publik ketika Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini duduk di atas kursi Pepadun sembari menginjak kepala kerbau dalam sebuah prosesi adat Lampung dan menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa saat safari politik ke Lampung.

Apa itu Cakak Pepadun? Bagaimana makna di baliknya? Berapa biaya yang diperlukan untuk menggelar adat itu? Berikut adalah ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Cakak Pepadun merupakan upacara adat masyarakat Lampung Pepadun untuk mengangkat atau menaikkan status sosial seseorang dalam struktur adat.

Nama "Pepadun" sendiri berasal dari singgasana atau kursi adat berbahan kayu yang menjadi simbol kehormatan dan kedudukan dalam masyarakat. Di atas kursi inilah prosesi pemberian gelar atau Juluk Adok dilakukan.

Berbeda dengan masyarakat adat Lampung Saibatin yang cenderung mengenal sistem kebangsawanan berdasarkan garis keturunan, masyarakat Pepadun memiliki karakter lebih egaliter. Setiap anggota masyarakat berpeluang memperoleh gelar adat, asalkan mampu memenuhi syarat adat, termasuk menyelenggarakan upacara Cakak Pepadun.

Mengapa Biayanya Sangat Mahal? Besarnya biaya Cakak Pepadun tidak hanya disebabkan oleh pesta adat semata. Ada sejumlah kewajiban adat yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara.

Salah satunya adalah pembayaran "dau", yakni sejumlah uang adat yang diserahkan sesuai ketentuan marga atau kerabat adat setempat.

Selain itu, keluarga yang melaksanakan Cakak Pepadun juga wajib memotong sejumlah kerbau sebagai bagian dari prosesi adat. Semakin tinggi gelar yang hendak diperoleh, umumnya semakin besar pula biaya dan jumlah hewan yang harus disiapkan.

Tidak hanya itu, penyelenggara juga harus menanggung berbagai kebutuhan lain, seperti jamuan makan untuk tamu dan kerabat adat, penyediaan perlengkapan adat, termasuk sejumlah hewan kerbau, dan pakaian tradisional, pelaksanaan rangkaian prosesi yang bisa berlangsung selama beberapa hari, biaya kesenian tradisional, dekorasi, hingga akomodasi tamu.

Karena melibatkan keluarga besar dan seluruh komunitas adat, pelaksanaan Cakak Pepadun kerap dipersiapkan bertahun-tahun.

Dalam praktik di berbagai daerah Lampung, biaya Cakak Pepadun sangat bervariasi.

Untuk skala sederhana, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sementara untuk prosesi besar yang melibatkan banyak penyimbang adat, biaya pelaksanaan dapat menembus ratusan juta rupiah.

Bahkan, tidak sedikit keluarga yang menggelar Cakak Pepadun secara besar-besaran dengan biaya mencapai miliaran rupiah sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Meski demikian, masyarakat adat memandang biaya tersebut bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi sosial dan simbol kehormatan keluarga.

Bagi masyarakat Lampung Pepadun, gelar adat bukan hanya simbol prestise. Seseorang yang telah memperoleh gelar memiliki tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat.

Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, menjaga keharmonisan keluarga, menyelesaikan persoalan adat, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Karena itulah, prosesi Cakak Pepadun dipandang sebagai momentum penting yang menandai perubahan status seseorang sekaligus pengukuhan perannya dalam kehidupan adat.

Bagi masyarakat Lampung Pepadun, kehormatan tidak semata diwariskan, tetapi juga dapat diraih melalui pengabdian, kemampuan, dan kesanggupan menjalankan amanah adat. (*)

KEYWORD :

Status Sosil Cakak Pepadun Adat Lampung Gelar Adat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :