Selasa, 23/06/2026 18:17 WIB

Kemarau Lebih Panjang dan Kering, Warga Diimbau Waspadai 4 Penyakit Ini





Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit  selama musim kemarau 2026

Ilustrasi musim kemarau mulai menyapa, ini deretan penyakit yang harus diwaspadai (Foto: Pexels/Andre Furtado)

Bandung, Jurnas.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit  selama musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan biasanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan kondisi kemarau ekstrem dapat memicu munculnya sejumlah penyakit, mulai dari diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga malnutrisi.

"Musim kemarau esktrem mengakibatkan pasokan air bersih menurun sehingga kebersihan berkurang. Kondisi itu menjadikan virus dan bakteri terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare," kata Vini dalam keterangan resmi dikutip Selasa (23/6).

Selain berkurangnya ketersediaan air bersih, suhu udara yang tinggi selama musim kemarau juga meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai heatstroke atau serangan panas, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat paparan panas berlebih. Menurut Vini, heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang harus segera ditangani.

"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ujarnya.

Dinkes Jabar juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

Kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya kualitas udara akibat debu, asap, serta potensi kebakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kering.

Tak hanya itu, kemarau panjang juga dapat memengaruhi sektor pangan. Kekeringan berpotensi menurunkan produksi pertanian yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Untuk menghindari berbagai penyakit, masyarakat diimbau melakukan langkah preventif, seperti minum dan istirahat yang cukup, menggunakan payung atau topi saat beraktivitas di bawah terik matahari serta mengonsumsi makanan bergizi.

Langkah penting lain yang perlu dilakukan yakni menjaga kebersihan lingkungan dan menanam pohon.

"Jangan membakar sampah dan lahan," ujar Vini.

KEYWORD :

Dinas Kesehatan Jawa Barat Musim Kemarau 2026 Penyakit Musim Kemarau




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :