Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Foto: Reuters)
London, Jurnas.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersiap untuk mengumumkan kebijakan larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak berusia di bawah 16 tahun dalam beberapa hari mendatang.
Langkah ini diambil setelah sikap pemerintah semakin menguat merespons hasil konsultasi publik bersama para orang tua.
Dalam sebuah wawancara pada Selasa (9/6), Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mengungkapkan bahwa sembilan dari 10 orang tua yang berpartisipasi dalam konsultasi tersebut menyatakan dukungan penuh mereka terhadap pemberlakuan larangan ini.
Saat ini pihak kementerian tengah mengkaji dua opsi besar, yaitu menerapkan larangan menyeluruh bagi anak di bawah 16 tahun dalam mengakses media sosial, atau memberlakukan pembatasan usia pada fitur-fitur utama di jaringan media sosial dan aplikasi.
“Sebuah larangan sedang dipertimbangkan,” kata Liz Kendall dikutip dari Bloomberg.
Kebijakan regulasi digital ini kemungkinan besar akan diumumkan dalam pekan depan sebagai bagian dari rangkaian pengumuman strategis oleh Starmer, yang posisi kepemimpinannya saat ini tengah terancam oleh Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham.
Selain aturan media sosial, pemerintah Inggris juga dijadwalkan akan merilis rencana investasi pertahanan yang telah lama dinantikan, termasuk kenaikan anggaran belanja militer, yang dijanjikan para menteri akan terbit sebelum KTT NATO pada awal Juli mendatang.
Kendall menjelaskan bahwa jajaran menteri sedang mempelajari pemanfaatan alat verifikasi usia yang telah diperkenalkan di Inggris pada 2025 untuk membatasi akses situs pornografi bagi orang dewasa, guna menyaring pengguna anak-anak di media sosial.
Sistem verifikasi tersebut biasanya mewajibkan pengguna untuk mengonfirmasi usia mereka menggunakan data kartu kredit atau perbankan, atau melalui pengecekan usia oleh operator jaringan seluler mereka.
Di sisi lain, Kendall membantah laporan surat kabar yang menyebutkan bahwa dirinya berencana melonggarkan kebijakan ini, dengan memberikan pengecualian bagi beberapa situs media sosial tertentu.
Sebelumnya, dalam pidato yang disampaikan pada Senin (8/6), PM Starmer telah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan bagi perusahaan-perusahaan teknologi untuk menerapkan fitur kontrol perangkat.
Fitur tersebut ditujukan guna mencegah anak-anak mengirim maupun menerima gambar bermuatan seksual yang eksplisit. Kendall menegaskan bahwa jika korporasi raksasa seperti Apple dan Google mengabaikan peringatan keras tersebut, pemerintah Inggris tidak akan ragu untuk menerbitkan undang-undang khusus guna memaksa mereka mematuhinya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Larangan Medsos Inggris PM Keir Starmer Kebijakan Digital Inggris

























