Seorang pria memegang bendera Hizbullah, di Tyre, Lebanon selatan (Foto: REUTERS)
Beirut, Jurnas.com - Kelompok bersenjata Lebanon (Hizbullah) telah merilis beberapa pernyataan yang mengklaim telah menyerang posisi militer Israel di Lebanon selatan, tempat pasukan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari invasi darat.
Dilansir Aljazeera, Hizbullah menyatakan bahwa mereka menargetkan pasukan Israel yang ditempatkan di Shamaa, Lebanon selatan, dan menghantam barak Branit menggunakan dua unit drone.
Secara terpisah, kelompok tersebut juga menargetkan sebuah kendaraan militer Israel di kota Bint Jbeil dengan menggunakan sebuah drone.
Selain itu, Hizbullah mengklaim telah menembak jatuh beberapa drone milik Israel di atas kota Srifa dan Deir Kifa di wilayah Lebanon selatan.
Diberitakan sebelumnya, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem mengatakan bahwa pihaknya bersumpah akan terus berperang melawan Israel.
"Keberadaan kami diancam dan kami akan membela diri menuju salah satu dari dua hasil: kemenangan atau syahid," kata Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi lokal Al-Manar.
Dia mengatakan Israel berupaya melenyapkan perlawanan dan menduduki seluruh Lebanon sebagai bagian dari proyek "Israel Raya" (Greater Israel).
Qassem menambahkan bahwa Hizbullah tidak akan mundur meskipun konflik telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa.
Pemimpin Hizbullah itu juga mendesak pemerintah Lebanon untuk menempuh perundingan tidak langsung alih-alih perundingan langsung dengan Israel.
Dia memperingatkan pemerintah agar tidak mengambil sikap yang menentang kelompok perlawanan atau membuat apa yang disebutnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat dan Israel.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Lebanon Hizbullah Lebanon Lebanon Israel




















