Minggu, 12/04/2026 12:24 WIB

AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Bantah Keras





Dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melintas di Selat Hormuz untuk mulai membersihkan jalur perairan strategis itu dari ranjau laut

Ilustrasi - Selat Hormuz (Foto: REUTERS)

Washington, Jurnas.com - Dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melintas di Selat Hormuz untuk mulai membersihkan jalur perairan strategis itu dari ranjau laut yang dipasang Iran. Hal ini diumumkan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Sabtu (11/4) kemarin. Klaim tersebut langsung dibantah oleh Teheran.

Pengumuman transit pertama sejak perang AS-Israel dengan Iran meletus itu disampaikan tak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan Washington telah mulai membersihkan selat yang menjadi jalur lintasan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia tersebut.

"Hari ini, kami memulai proses pembukaan jalur baru dan segera akan kami bagikan rute aman ini kepada industri maritim untuk mendorong kelancaran arus perdagangan," kata Laksamana Brad Cooper, Panglima CENTCOM, dikutip dari AFP pada Minggu (12/4).

Dua kapal perusak rudal yang terlibat dalam operasi ini adalah USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy. CENTCOM menyebut kekuatan AS tambahan termasuk drone bawah air dapat bergabung dalam operasi tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Iran dengan tegas menepis klaim AS bahwa kapal-kapal Amerika telah memasuki selat itu. Juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari menyatakan kepada televisi pemerintah bahwa hak atas lintasan kapal apapun sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran.

Sebelumnya, Trump melalui media sosial menyatakan AS memulai proses pembersihan Selat Hormuz dan menyebut langkah itu sebagai kebaikan bagi banyak negara seperti China, Jepang, dan Prancis yang dinilainya tidak memiliki keberanian untuk melakukan pekerjaan ini sendiri.

Trump juga menegaskan Iran "KALAH BESAR!" dalam konflik ini, meski dia mengakui ranjau laut Iran di selat tersebut masih menjadi ancaman nyata.

"Satu-satunya yang mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin akan `menabrak` salah satu ranjau laut mereka," tulis Trump.

Jalur pelayaran vital di lepas pantai Iran itu praktis telah diblokir oleh Teheran sejak AS dan Israel mulai melancarkan pengeboman pada 28 Februari lalu. Pembukaan kembali selat ini juga menjadi salah satu syarat dalam gencatan senjata rapuh yang diberlakukan awal pekan ini.

Di sela-sela operasi militer itu, pejabat senior Iran dan AS menggelar perundingan tatap muka di Pakistan, dalam upaya mengakhiri konflik yang telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekerasan dan mengguncang perekonomian dunia.

Dalam unggahan sebelumnya, Trump juga mengklaim kapal-kapal tanker kosong tengah menuju AS dari berbagai penjuru dunia untuk membeli minyak, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Ranjau Laut Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :