Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) Erwin Taufan. Foto: dok. jurnas
JAKARTA, Jurnas.com - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mendukung keberlangsungan dan penguatan industri di dalam negeri harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan tata niaga impor diambil oleh Pemerintah
Lonjakan e-commerce telah mengubah peta persaingan dagang secara fundamental. Konsumen saat ini dapat memesan produk langsung dari pabrik yang ada di luar negeri seperti China tanpa perantara yang juga dengan harga lebih murah ketimbang produk lokal sejenis.
Karenannya GINSI akan terus mendukung upaya pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin guna mengatur tata niaga masuknya produk luar negeri agar tidak sampai mengganggu kelangsungan industri lokal.
8 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini
"Kita support Ditjen ILMATE Kemenperin dalam menjaga marwah industri dalam negeri. Terhadap impor, kita juga berharap semua pihak bisa berperan serta menjaga kebutuhan bahan baku produsen lokal," ujar Wakil Ketua BPP GINSI Erwin Taufan, Rabu (8/4/2026).
Dia mengingatkan ditengah kondisi geopolitik dan perekonomian global yang tidak menentu saat ini imbas eskalasi perang di kawasan Timur Tengah saat ini, hendaknya Pemerintah dan stakeholders dapat terus melakukan penguatan industri domestiknya.
Pasalnya, kata dia, harga sejumlah komoditi bahan baku seperti plastik, hasil turunan minyak bumi, obat-obatan maupun kosmetik juga ikut naik akibat meluasnya eskalasi perang tersebut.
"Saatnya kini kita memperkokoh keberlangsungan industri nasional dengan memastikan ketersediaan bahan bakunya," papar Taufan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) bahwa secara kumulatif, total nilai impor Indonesia sepanjang periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD 42,09 miliar atau naik 14,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Adapun penopang utama kenaikan impor pada awal tahun ini adalah sektor nonmigas yang terus tumbuh secara konsisten.
Lonjakan impor juga terjadi pada kategori barang modal yang melesat hingga 34,44 persen. Tren ini diikuti oleh kenaikan impor barang konsumsi sebesar 15,60 persen, serta bahan baku atau penolong yang meningkat 9,27 persen.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Dukung pemerintah Perkuat industri Erwin Taufan

























