Rabu, 08/04/2026 01:31 WIB

Ada 4.000 Lebih Kampus di Indonesia, Tapi Kenapa Banyak yang Tak Dikenal?





Jumlah perguruan tinggi di Indonesia kini diperkirakan menembus lebih dari 4.000 institusi

Vice Rector Academic Development Binus University, Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, dalam pembukaan Program Tendik Berdampak 2026 bidang pranata humas (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Jumlah perguruan tinggi di Indonesia kini diperkirakan menembus lebih dari 4.000 institusi. Namun di tengah angka besar itu, tidak sedikit kampus yang sebenarnya memiliki kualitas baik tetapi belum dikenal luas.

Hal ini disampaikan Vice Rector Academic Development Binus UniversityProf. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, dalam pembukaan Program Tendik Berdampak 2026 bidang pranata humas yang digelar Binus bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

Ia menilai persoalan utama bukan selalu pada kualitas institusi. Menurutnya, masih banyak kampus belum mampu mengomunikasikan keunggulannya secara efektif.

“Tidak semua organisasi bisa menyampaikan apa yang baik kepada masyarakat,” ujar Prof. Kun sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan pada acara tersebut di Binus University, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, tantangan humas kampus saat ini bukan sekadar menyampaikan informasi. Prof Kun menyebut kemampuan membangun pesan yang kuat menjadi kunci agar institusi benar-benar terdengar di tengah persaingan.

“Kadang-kadang seperti singa tapi suaranya seperti kucing," kata dia. Artinya, apa yang ada di dalam belum bisa dikomunikasikan dengan baik ke luar.

Ia menambahkan bahwa jumlah perguruan tinggi yang besar membuat persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, keberanian dan strategi komunikasi menjadi faktor penting agar kampus dapat dikenal publik.

Selain itu, ia menekankan bahwa peran humas kini tidak lagi bersifat administratif. Peran tersebut telah berkembang menjadi elemen strategis dalam membangun reputasi dan kepercayaan.

Program Tendik Berdampak 2026 bidang pranata humas sendiri diikuti oleh 51 tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dirancang melalui webinar, workshop, studi kasus, hingga kunjungan industri yang bersifat aplikatif.

Melalui program ini, Binus bersama Kemendiktisaintek mendorong penguatan kompetensi humas agar lebih adaptif terhadap perubahan. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan melahirkan praktik komunikasi publik serta meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar lebih relevan dan berdampak.

“Penguatan pendidikan tinggi tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada peran strategis tenaga kependidikan sebagai penggerak ekosistem pendidikan. Di era digital, komunikasi bukan lagi fungsi pendukung, melainkan elemen kunci dalam membangun kepercayaan publik dan memastikan institusi tetap relevan serta berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof Kun.

 

KEYWORD :

Binus University Kemendiktisaintek RI Penguatan Kompetensi Tendis Berdampak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :