Senin, 06/04/2026 17:58 WIB

AS-Israel Gempur Universitas Sharif dan Masjid di Teheran





Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam Universitas Sharif dan Masjid di Teheran, Iran.

Menteri Sains Iran Hossein Simaee Sarraf memeriksa kerusakan di gedung penelitian Universitas Shahid Beheshti, yang rusak akibat serangan AS-Israel pada 4 April 2026 (Foto: Majid Asgaripour/Wana via Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam Universitas Sharif di Teheran, salah satu universitas sains terkemuka di Iran, yang sering dibandingkan dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS.

Tohid Asadi dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan fasilitas tersebut terkena dampak parah, dengan kerusakan luas dilaporkan di masjid dan laboratorium kompleks tersebut.

"Daerah Sharif telah menyaksikan serangan lain, termasuk satu serangan terhadap fasilitas gas," kata Asadi.

Ia juga menambahkan bahwa fasilitas sipil lainnya, termasuk jalan raya, pembangkit listrik, dan jembatan juga menjadi sasaran di seluruh Iran.

Selain itu, sedikitnya 34 orang tewas, termasuk enam anak-anak, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran di seluruh Iran, menargetkan sebuah universitas terkemuka serta daerah pemukiman.

Serangan ini menyusul Trump yang menetapkan tenggat waktu Selasa bagi Teheran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatannya.

Kantor berita Fars melaporkan pada hari Senin bahwa serangan udara menewaskan 23 orang, termasuk empat anak perempuan dan dua anak laki-laki berusia di bawah 10 tahun, di Kabupaten Baharestan, provinsi Teheran.

Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di kota Qom, menurut wakil gubernur bidang politik dan keamanan, Morteza Heydari. Enam orang lainnya tewas di Bandar-e Lengeh, di Iran selatan, kata pihak berwenang.

Serta selusin kota terkena dampak di Iran, termasuk Bandar Abbas, Ahvaz, Mahshahr, Shiraz, Isfahan dan Karaj.

Merespons hal itu, Iran telah memperingatkan akan melakukan serangan balasan, dengan mengatakan akan membalas "dengan cara yang sama" terhadap setiap serangan terhadap infrastrukturnya, dan para pejabat senior mengutuk pernyataan presiden sebagai "hasutan untuk melakukan kejahatan perang".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa rakyat Iran tidak gentar dengan ancaman Trump dan mereka tidak akan dipaksa untuk menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan.

Ia mengatakan pernyataan Trump merupakan indikasi pola pikir kriminal dan sama dengan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

KEYWORD :

Perang Iran Universitas Sharif Serangan AS-Israel Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :