Mobil terbakar usai terkena serangan Iran di Bahrain (Foto: Reuters)
Teheran, Jurnas.com - Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara Teluk pada Minggu (5/4) pagi, sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan Teheran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan.
Komando militer pusat Iran menolak ultimatum tersebut. Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi mengatakan bahwa ancaman Trump tak ubahnya bak tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.
"Pintu neraka akan terbuka untukmu," kata Jenderal Ali dikutip dari AFP.
Otoritas Abu Dhabi mengatakan mereka sedang menangani beberapa kebakaran yang terjadi di fasilitas Borouge Petrochemicals, setelah terkena puing-puing yang berjatuhan menyusul keberhasilan pencegatan proyektil.
“Operasi di pabrik telah dihentikan sementara menunggu penilaian kerusakan. Tidak ada laporan korban luka. Informasi lebih lanjut akan diberikan setelah tersedia,” kata Kantor Media Abu Dhabi pada X.
Pabrik tersebut terletak di Ruwais, dekat perbatasan barat UEA dengan Arab Saudi. Pabrik ini merupakan usaha patungan antara Abu Dhabi National Oil Co. dan Borealis dari Australia.
Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya melaporkan bahwa pasukannya sedang menghadapi ancaman rudal dan pesawat tak berawak pada Minggu pagi.
“Pertahanan Udara UEA secara aktif terlibat dalam penanggulangan ancaman rudal dan UAV,” demikian unggahan kementerian di X, tanpa memberikan rincian tentang asal mula serangan tersebut.
Perusahaan energi Bahrain, Bapco Energies, mengatakan bahwa sebuah tangki terbakar di salah satu fasilitas penyimpanannya pada Minggu setelah serangan Iran, tanpa ada laporan korban luka.
Api telah dipadamkan dan kerusakan sedang dinilai. Kementerian Dalam Negeri Bahrain sebelumnya mengatakan pasukan pertahanan sipilnya berhasil mengendalikan kebakaran di sebuah fasilitas setelah serangan Iran.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Donald Trump



























