Jaringan internet (Foto Ilustrasi: line today)
Paris, Jurnas.com - Badan pemantau internet, NetBlocks, menyebut pemadaman internet di Iran, yang pertama kali diberlakukan lebih dari sebulan lalu, kini menjadi pemadaman nasional terlama yang pernah tercatat.
"Pemadaman internet di Iran kini menjadi pemadaman internet skala nasional terlama yang pernah tercatat di negara mana pun, melampaui semua insiden serupa lainnya dalam hal tingkat keparahan, memasuki hari ke-37 berturut-turut setelah 864 jam," kata NetBlocks dikutip dari AFP pada Minggu (5/4).
Dalam cuitan lain, lembaga pemantau tersebut mencatat bahwa beberapa negara mengalami pemadaman internet yang bersifat sementara atau regional dalam jangka waktu yang lebih lama, sementara Korea Utara sama sekali tidak pernah terhubung ke internet global.
Sebelumnya NetBlocks menemukan bahwa sebagian metode yang biasanya digunakan menyiasati pembatasan internet tidak lagi efektif. Layanan VPN biasa tidak berfungsi, sehingga akses ke internet global semakin terbatas.
Meski begitu, masih ada beberapa cara yang digunakan sebagian warga mengakses jaringan luar negeri. Salah satunya melalui sistem intranet domestik yang kadang memungkinkan koneksi ke luar negeri, meskipun koneksinya tidak stabil dan pengawasannya semakin ketat.
Selain itu, sebagian pengguna juga mencoba memanfaatkan internet satelit Starlink, meski perangkat tersebut dianggap ilegal oleh pemerintah dan dapat berisiko bagi pengguna. Sejauh ini, otoritas Iran telah menyita ratusan perangka Starlink sebagai operasi keamanan negara.
Walhasil, sebagian besar warga Iran kini tidak memiliki akses internet. Perangkat Starlink bukan hanya ilegal, tetapi juga sangat mahal, sehingga mereka yang bisa menggunakannya umumnya berasal dari kalangan yang relatif mampu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Pemadaman Internet Konflik Timur Tengah



























