Minggu, 05/04/2026 18:41 WIB

Musim Kacau Liverpool, Posisi Arne Slot Mulai Terancam





Performa Liverpool pada musim 2025/2026 terus menjadi sorotan setelah gagal mempertahankan gelar Liga Inggris.

Manajer Liverpool, Arne Slot (Foto: Sports Mole)

London, Jurnas.com - Performa Liverpool pada musim 2025/2026 terus menjadi sorotan setelah gagal mempertahankan gelar Liga Inggris.

Harapan meraih trofi pun semakin menipis, terutama setelah hasil memalukan di ajang FA Cup.

Tim asuhan Arne Slot harus tersingkir di babak perempat final usai dihajar 4-0 oleh Manchester City di Etihad Stadium pada Minggu (5/4) dini hari.

Kekalahan telak tersebut semakin memperburuk suasana di dalam tim, bahkan membuat sebagian suporter meninggalkan stadion lebih awal sambil menyerukan nama Xabi Alonso sebagai calon pengganti.

Situasi semakin tidak nyaman ketika suporter tuan rumah menyanyikan chant bernada ejekan yang menyebut Slot akan segera dipecat. Tekanan terhadap pelatih asal Belanda itu pun kini semakin besar.

Salah satu masalah utama yang dihadapi Liverpool adalah ancaman gagal lolos ke Liga Champions UEFA musim depan.

Padahal, klub telah menggelontorkan dana besar pada bursa transfer musim panas 2025. Jika gagal tampil di kompetisi elit Eropa tersebut, dampak finansial yang ditimbulkan bisa sangat signifikan.

Di sisi lain, Liverpool juga dihadapkan pada tantangan besar untuk mencari pengganti Mohamed Salah yang performanya mulai menurun dan berpotensi hengkang.

Tanpa daya tarik Liga Champions, upaya mendatangkan pemain berkualitas ke Anfield tentu akan semakin sulit.

Beberapa target potensial seperti Yan Diomande dari RB Leipzig bisa saja memilih klub lain seperti Bayern Munich.

Bahkan pemain dengan level lebih tinggi seperti Michael Olise kemungkinan besar akan berada di luar jangkauan Liverpool jika kondisi ini terus berlanjut.

Selain faktor skuad, pendekatan taktik Slot juga menjadi perhatian. Berbeda dengan era Jurgen Klopp yang mengandalkan intensitas tinggi dan pressing agresif, Slot justru lebih menekankan pemulihan fisik dan mengurangi beban latihan berat.

Strategi tersebut memang bertujuan menjaga kebugaran pemain dalam jangka panjang.

Namun, dalam praktiknya, Liverpool justru kalah dalam aspek fisik di sebagian besar pertandingan liga musim ini.

Data menunjukkan mereka kalah jarak tempuh dalam 27 dari 31 laga, sebuah indikasi menurunnya intensitas permainan.

Kondisi ini mengingatkan pada situasi saat Brendan Rodgers kehilangan Luis Suarez pada 2014.

Saat itu, Liverpool mengalami penurunan drastis hingga gagal ke Liga Champions, sebelum akhirnya manajemen mengganti pelatih dengan Klopp.

Keputusan besar kini ada di tangan pemilik klub, Fenway Sports Group. Jika ingin melakukan perubahan, momen yang tepat akan sangat menentukan arah masa depan Liverpool, terutama demi menghindari kesalahan serupa seperti yang pernah terjadi sebelumnya. (Sportsmole)

KEYWORD :

Liverpool FC Arne Slot Piala FA Liga Inggris Xabi Alonso Liga Champions




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :