Jum'at, 03/04/2026 09:52 WIB

Mengenal Jumat Agung dan Asal Usul Penamaannya





Jumat Agung, atau dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Good Friday, merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi umat Kristiani

Umat Kristiani mengikuti prosesi Jumat Agung sambil memikul salib dengan patung Yesus Kristus, di kota Klayaa, Lebanon selatan, 29 Maret 2024 (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Jumat Agung, atau dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Good Friday, merupakan salah satu hari paling sakral dalam kalender liturgi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hari ini diperingati pada Jumat sebelum Paskah sebagai momentum mengenang penyaliban, wafat, dan penguburan Yesus Kristus, peristiwa yang dalam iman Kristen diyakini menjadi simbol pengorbanan terbesar dan penebusan dosa bagi umat manusia.

Namun, mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa hari yang mengenang kematian Yesus ini disebut “Good Friday” atau Jumat Agung? Berikut adalah ulasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Menurut sejumlah ahli, istilah “Good” bukan sekadar berarti “baik” seperti dalam bahasa sehari-hari. Melainkan, kata ini diyakini berasal dari bentuk kuno yang memiliki makna “suci” (Holy), sehingga secara literal Good Friday berarti “Holy Friday” atau Jumat Suci.

Penamaan ini berbeda-beda di berbagai budaya. Dalam bahasa Jerman dikenal sebagai Karfreitag yang berarti Jumat Berkabung, dalam bahasa Spanyol disebut Viernes Santo atau Jumat Suci, sedangkan di Indonesia dikenal sebagai Jumat Agung, menekankan kemuliaan pengorbanan Kristus.

Dalam tradisi Katolik, Jumat Agung juga sering disebut Hari Wafat Isa Al-Masih dan dijadikan hari libur nasional, dengan tanggal yang berubah setiap tahun mengikuti kalender Paskah. Pada 2026, misalnya, Jumat Agung jatuh pada 3 April, dua hari sebelum Paskah yang memperingati kebangkitan Yesus.

Sekilas, menyebut hari wafat seseorang sebagai “baik” atau “agung” mungkin terasa paradoksal. Namun, dalam iman Kristen, Jumat Agung bukan sekadar tragedi.

Dikutip dari laman Missionary Society of St. Columban, Pastor Columban Fr. Frank Hoare menjelaskan, Umat Kristen menyebut hari ini Good karena di sanalah kasih Allah yang luar biasa ditunjukkan, ketika Yesus dengan sukarela menanggung dosa manusia dan membuka jalan pengampunan. Dengan kata lain, dari penderitaan di kayu salib lahirlah keselamatan bagi umat manusia.

Jumat Agung juga menjadi bagian penting dari Pekan Suci (Holy Week), yang dimulai dari Palm Sunday atau Minggu Palma, diikuti Holy Thursday atau Perjamuan Terakhir, Jumat Agung sebagai hari penyaliban, dan Holy Saturday sebelum Paskah.

Bagi umat Katolik, Jumat Agung adalah hari puasa dan pantang; meski tidak diadakan Misa, ibadat khusus tetap digelar, termasuk pembacaan kisah sengsara Kristus dan penghormatan kepada salib. Sementara umat Protestan biasanya melaksanakan ibadah khidmat berisi doa, refleksi, dan lagu pujian.

Dengan seluruh rangkaian peringatan ini, Jumat Agung menjadi hari yang menyakitkan namun sarat harapan, mengingatkan umat Kristen akan kasih Yesus, pengorbanannya, dan nilai keselamatan yang ia bawa. Lebih dari sekadar mengenang kematian, Jumat Agung dijadikan momen refleksi dan penghargaan terhadap pengorbanan yang mengubah sejarah dan iman manusia. (*)

KEYWORD :

Jumat Agung 2 April Good Friday Wafat Yesus Kristus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :