Jum'at, 03/04/2026 08:37 WIB

Pola Makan Sehat Ini Diklaim Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung





Sebuah pernyataan ilmiah terbaru dari American Heart Association memberikan panduan terbaru mengenai pola makan untuk menjaga kesehatan jantung

Ilustrasi serangan jantung (Foto: Pexels: Freestocks)

Jakarta, Jurnas.com - Pola makan sehari-hari yang dipenuhi camilan kemasan, minuman manis, dan makanan cepat saji kini menjadi kebiasaan umum. Namun, kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada energi atau berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Di Amerika Serikat, lebih dari separuh orang dewasa dan sekitar 60% anak-anak diketahui memiliki pola makan yang tidak sehat. Dampaknya tidak terjadi dalam semalam, tetapi terakumulasi seiring waktu.

Dikutip dari Earth, sebuah pernyataan ilmiah terbaru dari American Heart Association memberikan panduan terbaru mengenai pola makan untuk menjaga kesehatan jantung.

Panduan ini memperbarui rekomendasi sebelumnya dengan dukungan bukti ilmiah yang lebih kuat, meski secara umum tidak banyak berubah dari pedoman tahun 2021.

“Sebagai sumber terpercaya, American Heart Association secara rutin mengeluarkan panduan berbasis bukti setiap lima tahun,” ujar Alice H. Lichtenstein, yang ikut memimpin penulisan laporan ini.

Ia menambahkan bahwa bukti ilmiah yang mendukung panduan ini kini semakin kuat, dengan beberapa pembaruan penting agar tetap selaras dengan penelitian terbaru tentang pola makan dan kesehatan kardiovaskular.

Panduan menekankan keseimbangan kalori dan aktivitas, lebih banyak buah dan sayuran, serta mengganti biji-bijian halus dengan biji-bijian utuh. Pilihan protein seperti kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak dianjurkan, sementara daging merah dan olahan dikurangi.

Selain itu, lemak tidak jenuh dari alpukat dan minyak nabati dianjurkan menggantikan lemak jenuh, sedangkan makanan olahan tinggi gula, garam, dan tambahan sebaiknya dikurangi. Konsumsi alkohol disarankan: jangan mulai jika belum pernah minum, dan batasi jika sudah.

“Untuk pola makan sehat lebih mudah dicapai dan berkelanjutan, kami menyarankan fokus pada pola makan secara keseluruhan daripada nutrien atau makanan tertentu,” kata Lichtenstein.

Penelitian terbaru menegaskan bahwa mengganti satu pilihan kurang sehat dengan yang lebih baik dapat menurunkan risiko seiring waktu. Misalnya, mengganti nasi putih dengan nasi merah, soda dengan air, atau daging olahan dengan kacang-kacangan.

Panduan 2026 menekankan makanan minimal olahan, mengurangi sodium, dan mengonsumsi makanan kaya kalium, seperti buah dan sayuran, untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Pola makan sehat tidak dimulai di usia dewasa. Anak-anak dapat mulai mengikuti pola makan sehat sejak usia satu tahun. Kebiasaan di rumah membentuk pilihan mereka di kemudian hari.

Hal senada disampaikan Dr. Amit Khera, wakil ketua sukarela komite penulisan panduan dan direktur kardiologi preventif di University of Texas Southwestern Medical Center.

“Pilihan yang disengaja di semua tahap kehidupan dapat membuat perbedaan besar. Orang tua dan orang dewasa lain dapat mendukung dan menjadi contoh perilaku sehat bagi anak-anak mereka untuk memulai kehidupan yang sehat,” ujarnya.

Lebih dari setengah orang dewasa AS sudah memiliki beberapa bentuk penyakit kardiovaskular, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat akibat hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Aktivitas fisik juga belum memadai, hanya 1 dari 4 orang dewasa dan 1 dari 5 anak-anak yang memenuhi rekomendasi aktivitas. Akibatnya, lebih dari 40% orang dewasa dan lebih dari 20% anak-anak mengalami obesitas.

Makan sehat tidak hanya melindungi jantung, tetapi juga mendukung seluruh tubuh. Diet kaya serat, vitamin, dan mineral membantu pencernaan, mengontrol gula darah, dan kesehatan otak. Pola makan yang menurunkan risiko penyakit jantung juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, penyakit ginjal, dan beberapa jenis kanker.

“Mengintegrasikan panduan diet 2026 ke dalam kehidupan sehari-hari adalah langkah awal yang sangat baik untuk mengurangi, dan yang lebih penting mencegah, risiko penyakit jantung dan stroke bagi Anda dan keluarga selama bertahun-tahun,” kata Dr. Khera. (*)

Study ini telah diterbitkan di jurnal Circulation.

KEYWORD :

Pola Makan Sehat Kesehatan Jantung Risiko Penyakit Jantung American Heart Association




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :