Jum'at, 03/04/2026 08:23 WIB

Studi: Suku Asli Amerika Ciptakan Permainan Dadu Sejak 12.000 Tahun Lalu





Studi arkeologi terbaru mengungkap bahwa masyarakat asli Amerika telah menciptakan dadu dan permainan berbasis keberuntungan sejak lebih dari 12.000 tahun lalu

Sebuah studi arkeologi terbaru mengungkap bahwa masyarakat asli Amerika telah menciptakan dadu dan permainan berbasis keberuntungan sejak lebih dari 12.000 tahun lalu (Foto:Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah studi arkeologi terbaru mengungkap bahwa masyarakat asli Amerika telah menciptakan dadu dan permainan berbasis keberuntungan sejak lebih dari 12.000 tahun lalu, jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Antiquity ini bahkan menyebut temuan tersebut sebagai bukti tertua di dunia terkait praktik permainan peluang, bahkan kemungkinan penggunaan konsep probabilitas oleh manusia.

Dilansir dari Live Science, penelitian yang dipimpin oleh arkeolog Robert Madden dari Colorado State University menemukan bahwa praktik ini sudah ada jauh sebelum bukti serupa di Eurasia.

Namun, tujuan permainan ini berbeda dari perjudian modern. Permainan tersebut digunakan untuk membantu interaksi sosial, terutama untuk berkenalan dengan orang baru serta mendistribusikan barang dan kekayaan.

“Ada sejarah panjang terkait dadu, permainan peluang, dan perjudian di Amerika Asli,” kata Robert Madden. Ia menambahkan bahwa temuan ini mendahului bukti dadu di Dunia Lama hingga sekitar 6.000 tahun.

Ia menganalisis lebih dari 600 set dadu dari 45 situs arkeologi prasejarah di wilayah barat Amerika Serikat, yang berasal dari rentang waktu sekitar 13.000 hingga 450 tahun lalu.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal American Antiquity, Madden menganalisis lebih dari 600 set dadu dari 45 situs arkeologi prasejarah di Amerika Serikat bagian barat, dengan rentang waktu antara 13.000 hingga 450 tahun lalu.

Dadu ditemukan di berbagai lokasi di kedua sisi Pegunungan Rocky selama periode panjang tersebut. Menurut Madden, ini merupakan bukti pertama keterlibatan manusia secara terstruktur dengan konsep peluang dan keacakan.

Untuk mengidentifikasi dadu prasejarah, Madden merujuk pada buku klasik Games of the North American Indians karya Stewart Culin.

Dalam catatan tersebut, dadu digambarkan sebagai “binary lots”, yaitu benda pipih atau melengkung dengan satu sisi diberi tanda atau warna, sementara sisi lainnya kosong.

Mekanismenya mirip dengan melempar koin. Namun, masyarakat saat itu sering melempar beberapa dadu sekaligus untuk menghasilkan hasil yang lebih kompleks secara matematis.

Madden menemukan 565 contoh dadu yang dapat diidentifikasi dengan jelas dan 94 contoh kemungkinan dadu di 58 situs arkeologi di wilayah Great Plains dan Pegunungan Rocky.

Namun, tidak ditemukan bukti dadu di bagian timur Amerika Serikat sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Menurut Madden, dadu banyak ditemukan di wilayah dengan mobilitas tinggi, di mana interaksi dengan orang asing lebih sering terjadi. Permainan ini kemungkinan berfungsi sebagai alat sosial untuk membangun hubungan, bertukar barang, informasi, atau bahkan pasangan.

Tiga dadu tertua ditemukan di situs budaya Folsom di Wyoming, Colorado, dan New Mexico, yang berusia sekitar 12.900 tahun.

Masyarakat Folsom merupakan pemburu-pengumpul yang dikenal menggunakan material batu seperti flint dan chalcedony. Permainan peluang ini diduga membantu mereka dalam pertukaran barang, termasuk bahan batu yang mereka butuhkan.

Berbeda dengan perjudian modern yang biasanya melibatkan individu melawan sistem, permainan ini bersifat interaksi langsung antarindividu dengan peluang yang cenderung seimbang. Taruhannya pun berupa barang, seperti kulit hewan atau batu semi mulia, bukan uang.

Selain itu, berdasarkan catatan historis, lebih dari 80% permainan dadu melibatkan perempuan sebagai pemain utama, meskipun belum dapat dipastikan apakah hal ini juga berlaku pada masa prasejarah.

Salah satu temuan penting dalam studi ini adalah bahwa dadu di Amerika Utara muncul jauh lebih awal dibandingkan di Eurasia. Di wilayah seperti Mesopotamia, Lembah Indus, dan Kaukasus, dadu baru muncul sekitar 5.500 hingga 7.000 tahun lalu.

Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman manusia tentang peluang dan keacakan kemungkinan telah berkembang lebih awal di Dunia Baru, bahkan sejak masa pemburu-pengumpul pada akhir Zaman Pleistosen.

Selain menjadi bukti tertua permainan peluang, temuan ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat prasejarah menggunakan permainan sebagai sarana membangun hubungan dan menjaga keseimbangan sosial. (*)

KEYWORD :

Suku Asli Amerika Dadu Tertua Permainan Untung-untungan Dadu Prasejarah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :