Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menegaskan pentingnya standar keselamatan kerja yang ketat bagi personel pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kembali jatuhnya korban jiwa di lapangan.
Menurut Alex, tugas pemadaman karhutla merupakan pekerjaan berisiko tinggi yang menuntut dukungan perlengkapan keselamatan lengkap dan layak. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi personel yang bertugas dengan fasilitas seadanya.
“Nyawa petugas adalah prioritas. Negara harus memastikan seluruh perlindungan tersedia, mulai dari perlengkapan hingga jaminan keselamatan,” kata Alex dalam keterangannya, Rabu (1/3)).
Pernyataan itu disampaikan merespons meninggalnya anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan (44), usai menjalankan tugas pemadaman di Kabupaten Bengkalis, Riau, sehari sebelumnya.
Insiden ini menambah daftar panjang korban jiwa dalam penanganan karhutla, setelah sebelumnya perwira Brimob Polda Riau Ipda Donald Junus Halomoan juga meninggal dunia saat bertugas pada Agustus 2025.
Alex meminta Kementerian Kehutanan segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengusut penyebab kematian personel hingga tuntas. Ia menekankan, investigasi penting dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Selain itu, DPR juga mendorong adanya jaminan perlindungan bagi seluruh personel, termasuk asuransi kesehatan dan keselamatan kerja. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap para petugas yang menjalankan tugas berisiko tinggi.
“Perlindungan tidak boleh berhenti pada tugas di lapangan, tapi juga menjangkau keluarga mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, Alex juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi personel Manggala Agni. Menurutnya, kondisi fisik yang terpantau secara rutin dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja maupun kejadian fatal saat bertugas.
Sementara itu, data terbaru menunjukkan kebakaran hutan dan lahan di Riau masih terjadi di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya 21 titik api tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, mencapai delapan lokasi dengan kondisi api aktif dan asap tebal. Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan penyekatan lahan untuk mencegah perluasan kebakaran.
Di wilayah lain seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, sebagian titik api telah berhasil dipadamkan dan kini memasuki tahap pendinginan, meski masih menyisakan asap tipis.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih nyata dan membutuhkan respons cepat serta perlindungan maksimal bagi para petugas di garis depan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III Alex Indra Lukman kebakaran hutan panglima api Kabupaten Bengkalis

























