Selasa, 31/03/2026 16:37 WIB

DPR Dorong WFH Sektoral dan Diplomasi Energi Hadapi Lonjakan Harga Minyak





Saat harga minyak naik tajam, tekanan terhadap APBN tidak bisa dihindari. Karena itu, langkah penghematan energi harus segera diambil.

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengguncang stabilitas pasokan energi global dan mendorong kenaikan tajam harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal Indonesia, terutama terkait beban subsidi energi dalam APBN.

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mengingatkan pemerintah agar segera menyiapkan langkah mitigasi yang komprehensif, baik melalui kebijakan domestik maupun pendekatan diplomasi energi.

Menurut Meitri, pengendalian konsumsi energi di dalam negeri menjadi langkah mendesak, terutama jika harga minyak mentah melonjak ekstrem. Ia menyebut, setiap kenaikan harga minyak akan berdampak langsung pada pembengkakan subsidi, yang berpotensi menekan ruang fiskal negara.

“Saat harga minyak naik tajam, tekanan terhadap APBN tidak bisa dihindari. Karena itu, langkah penghematan energi harus segera diambil,” ujarnya, Selasa (31/3).

Salah satu opsi yang diusulkan adalah penerapan Work From Home (WFH) secara selektif. Kebijakan ini, kata dia, bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi, melainkan sebagai strategi efisiensi konsumsi energi nasional.

WFH dinilai dapat diterapkan pada sektor-sektor yang fleksibel, seperti administrasi pemerintahan non-layanan publik, jasa, perkantoran swasta, keuangan, hingga teknologi informasi. Sementara itu, sektor esensial seperti kesehatan, logistik, manufaktur, dan energi tetap beroperasi normal.

Dengan skema tersebut, mobilitas harian masyarakat terutama pekerja komuter diperkirakan dapat ditekan signifikan, sehingga konsumsi bahan bakar juga ikut menurun.

“Jika mobilitas bisa dikurangi, konsumsi BBM otomatis ikut turun. Ini bisa menjadi bantalan fiskal agar beban subsidi tidak membengkak,” jelasnya.

Di sisi lain, Meitri juga menekankan pentingnya langkah diplomasi energi. Ia menyoroti posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia yang rawan terdampak konflik.

Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat komunikasi dengan Iran guna memastikan keamanan jalur distribusi energi, termasuk bagi kapal-kapal yang mengangkut kebutuhan energi Indonesia.

Ia menilai, posisi politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dapat menjadi modal diplomatik dalam membangun hubungan saling percaya dengan Iran.

“Pendekatan diplomasi ini penting agar pasokan energi kita tetap aman di tengah situasi global yang tidak pasti,” katanya.

Meitri menegaskan, kombinasi antara efisiensi konsumsi energi di dalam negeri dan penguatan diplomasi luar negeri menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

“Langkah ini harus dilakukan secara paralel agar ketahanan energi dan fiskal tetap terjaga,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi XII Meitri Citra Wardani lonjakan harga minyak kebijakan WFH




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :