Paus Leo XIV di Vatikan (Foto: Reuters)
Vatican City, Jurnas.com - Pemimpin Spiritual Katolik, Paus Leo XIV, terus menyerukan gencatan senjata perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam rangkaian Paskah di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menyebut doa para pemimpin yang memulai perang dan tangan berlumur darah, tidak akan dikabulkan oleh Tuhan.
Leo tidak secara khusus menyebutkan nama pemimpin dunia tersebut, namun Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui pihak pertama yang menyerang Iran pada awal Maret.
"Inilah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata Paus Leo dikutip dari Reuters pada Minggu (29/3).
"(Yesus) tidak mendengarkan doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan: `Meskipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan: tanganmu penuh dengan darah`," ujar dia mengutip Alkitab.
Paus yang dikenal karena memilih kata-katanya dengan hati-hati, telah berulang kali menyerukan gencatan senjata segera dalam konflik dan mengatakan pada hari Senin bahwa serangan udara militer tidak pandang bulu dan harus dilarang.
Namun, beberapa pejabat AS menggunakan bahasa keagamaan Kristen untuk membenarkan serangan bersama AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang memulai perang yang meluas.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang telah mulai memimpin kebaktian doa Kristen di Pentagon, berdoa pada kebaktian pada Rabu lalu untuk "tindakan kekerasan yang luar biasa terhadap mereka yang tidak pantas mendapatkan belas kasihan".
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Paus Leo Perang AS vs Iran Donald Trump Benjamin Netanyahu



























