Minggu, 29/03/2026 18:33 WIB

Aluminium Bahrain Cek Tingkat Kerusakan Smelter pasca Serangan Iran





Alumnium Bahrain (Alba) melakukan pengecekan tingkat kerusakan smelter di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), pasca terkena serangan drone dan rudal Iran

Pabrik Aluminium Bahrain terkena serangan Iran (Foto: ALBA via Straits Times)

Manama, Jurnas.com - Alumnium Bahrain (Alba) melakukan pengecekan tingkat kerusakan smelter di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), pasca terkena serangan drone dan rudal Iran pada Sabtu (28/3) kemarin.

Menurut laporan Reuters pada Minggu (29/3), dua karyawan Aluminium Bahrain terluka dalam serangan terhadap fasilitas salah peleburan dan produsen aluminium terbesar di dunia tersebut.

Sebagian besar produsen aluminium Teluk, yang menyumbang sekitar 9 persen dari pasokan global, tidak dapat mengirim ke pasar dunia melalui Selat Hormuz sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai lantaran diblokir Teheran.

Di UEA, Emirates Global Aluminium (EGA) yang merupakan salah satu rekanan regional Alba, mengalami kerusakan signifikan. EGA adalah produsen logam terbesar di Timur Tengah dan Alba mengoperasikan peleburan satu lokasi terbesar di dunia.

Serangan peleburan adalah bagian dari serangan Iran yang lebih luas terhadap infrastruktur ekonomi penting Teluk, yang telah menargetkan kilang minyak, pelabuhan komersial, bandara, dan jalur pelayaran.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran menargetkan smelter aluminium Alba dan EGA Al Taweelah sebagai tanggapan atas serangan terhadap dua pabrik baja Iran, dan dianggap berhubungan dengan perusahaan militer dan aeronautika AS.

Kedua perusahaan adalah pemasok utama untuk sektor kedirgantaraan global. EGA, yang memproduksi paduan premium yang digunakan oleh raksasa penerbangan seperti Boeing dan Airbus, mengatakan pada 2025 akan membangun smelter senilai US$4 miliar (S$5,15 miliar) di Oklahoma.

Dan pada bulan ini, Alba memulai penutupan tiga jalur peleburan aluminium yang menyumbang 19 persen dari kapasitasnya, untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz.

Diketahui, AS mengandalkan negara-negara Teluk untuk 10 persen impor aluminium utamanya, atau 171.400 ton pada 2025, menurut data dari Trade Data Monitor. Sementara UEA adalah pemasok terbesar ketiga setelah Kanada dan Afrika Selatan, dengan mengirimkan 157.566 ton.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Aluminium Bahrain Alba Smelter UEA




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :