Minggu, 29/03/2026 15:19 WIB

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Syawal April 2026? Simak Jadwal-Keutamaannya





Kapan Puasa Ayyamul Bidh Syawal April 2026? Ini Jadwal hingga Keutamaannya

Ilustrasi - Kapan Puasa Ayyamul Bidh Syawal April 2026? Ini Jadwal hingga Keutamaannya (Foto: Pexels/hello aesthe)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunnah yang biasa dikerjakan umat Islam setiap bulan Hijriah. Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 saat bulan purnama, yang dikenal sebagai hari-hari putih karena malamnya tampak terang.

Mengutip Nahdlatul Ulama dan Badan Amil Zakat Nasional, puasa ini merupakan amalan yang dianjurkan dan sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan, dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan sebagai amalan rutin.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
"Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seperti diketahui, sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Adapun Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal lebih awal, yakni Jumat, 20 Maret 2026.

Dengan perbedaan tersebut, maka jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Syawal 1447 H berpotensi berbeda satu hari. Jika mengikuti penetapan pemerintah, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada 2, 3, dan 4 April 2026, sedangkan jika mengikuti Muhammadiyah dapat dilaksanakan pada 1, 2, dan 3 April 2026.

Untuk menjalankan puasa ini, niat menjadi bagian penting yang dianjurkan sebelum fajar atau sebelum zawal. Lafal niatnya adalah: Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ, yang berarti berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.

Nama Ayyamul Bidh sendiri memiliki makna historis dan fenomena alam yang saling berkaitan. Dalam riwayat yang dikaitkan dengan Nabi Adam, puasa ini dilakukan untuk memulihkan kondisi tubuh, yang kemudian menjadi asal-usul sebutan “hari-hari putih”.

Di sisi lain, istilah tersebut juga merujuk pada cahaya bulan purnama yang menerangi malam tanggal 13 hingga 15. Kondisi ini membuat malam terlihat terang, sehingga disebut sebagai hari-hari putih dalam kalender Hijriah.

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga bernilai besar dalam pahala. Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun.

Hal ini karena setiap satu hari puasa dilipatgandakan menjadi sepuluh hari pahala, sehingga tiga hari setara dengan satu bulan penuh. Bahkan, dalam hadis qudsi dijelaskan bahwa pahala puasa merupakan hak prerogatif Allah SWT untuk membalasnya secara langsung.

Selain itu, puasa ini juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Secara medis, puasa membantu proses detoksifikasi tubuh, menjaga berat badan, serta meningkatkan kesehatan jantung dan kestabilan emosi.

Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bukan hanya sekadar ibadah sunnah, tetapi juga menjadi sarana menjaga keseimbangan hidup. Konsistensi dalam menjalankannya dapat membentuk kedisiplinan sekaligus memberikan ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Wallohu`alam

 
KEYWORD :

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh April 2026 Bulan Syawal Amalan Syawal




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :