Ilustrasi ucapan Idulfitri (Foto: Narabahasa)
Jakarta, Jurnas.com - Menjelang perayaan Idulfitri, mungkin banyak orang masih ragu soal penulisan yang benar: apakah “Idulfitri” atau “Idul Fitri”. Perbedaan ini terlihat sepele, namun sering memunculkan kebingungan, terutama dalam penulisan resmi.
Dalam praktik sehari-hari, kedua bentuk tersebut memang sama-sama digunakan. Namun, jika merujuk pada standar bahasa Indonesia yang baku, hanya satu penulisan yang dianggap benar secara resmi atau bentuk baku.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk yang tepat adalah “Idulfitri” tanpa spasi. Penulisan ini mengikuti kaidah penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, di mana istilah yang sudah menyatu maknanya ditulis serangkai.
Secara etimologis, istilah ini berasal dari bahasa Arab “ʿĪd al-Fiṭr” yang berarti hari raya berbuka atau kembali kepada kesucian. Dalam proses adaptasi ke bahasa Indonesia, bentuk tersebut mengalami penyesuaian ejaan agar lebih sesuai dengan kaidah lokal.
Karena itu, penggabungan kata menjadi “Idulfitri” mencerminkan satu kesatuan makna, bukan dua kata yang berdiri sendiri. Hal ini serupa dengan banyak istilah serapan lain yang mengalami penyederhanaan dalam penulisan.
Meski demikian, penulisan “Idul Fitri” dengan spasi masih kerap ditemukan, terutama dalam konteks nonformal atau terjemahan langsung dari bahasa Arab. Penggunaan ini tidak sepenuhnya salah dalam komunikasi umum, tetapi tidak sesuai dengan standar baku bahasa Indonesia.
Dalam konteks jurnalistik, akademik, maupun dokumen resmi, penggunaan “Idulfitri” lebih dianjurkan untuk menjaga konsistensi dan ketepatan bahasa. Standar ini juga membantu menghindari ambiguitas dalam penulisan.
Selain soal ejaan, pemahaman makna Idulfitri juga penting untuk dipahami. Hari raya ini bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, tetapi juga simbol kembali ke fitrah atau kesucian setelah menjalani ibadah puasa.
Dengan demikian, penggunaan istilah yang tepat tidak hanya mencerminkan ketepatan bahasa, tetapi juga penghargaan terhadap makna yang terkandung di dalamnya. Penulisan yang benar menjadi bagian dari literasi yang semakin penting di era digital.
Kesimpulannya, “Idulfitri” adalah bentuk yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia. Sementara “Idul Fitri” masih sering digunakan, dan ia termasuk bentuk tidak baku menurut KBBI.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Penulisan Idulfitri Bahasa Baku Idul Fitri Kamus Besar Bahasa Indonesia


























