Jum'at, 20/03/2026 00:41 WIB

Kata "Lebaran" Ternyata Bukan dari Bahasa Arab, Ini Arti dan Asal Usulnya





Setiap perayaan Idulfitri di Indonesia selalu identik dengan satu istilah yang begitu akrab di telinga masyarakat, yakni “Lebaran”

Ilustrasi ucapan Selamat Hari Lebaran (Foto: Canva)

Bandung, Jurnas.com - Setiap perayaan Idulfitri di Indonesia selalu identik dengan satu istilah yang begitu akrab di telinga masyarakat, yakni “Lebaran”. Meski digunakan secara luas, istilah ini ternyata tidak berasal dari bahasa Arab dan bahkan tidak dikenal di banyak negara Muslim lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Lebaran” diartikan sebagai hari raya umat Islam setelah menjalankan puasa selama bulan Ramadan. Namun, secara linguistik dan historis, kata ini memiliki akar yang lebih kompleks dan dipengaruhi oleh perjalanan budaya lokal.

Salah satu teori populer menyebutkan bahwa istilah “Lebaran” berasal dari tradisi non-Arab, bahkan diduga memiliki kaitan dengan budaya Hindu. Sejarawan MA Salmun dalam tulisannya di majalah Sunda tahun 1954 menjelaskan bahwa kata ini berarti “selesai” atau “habis”, merujuk pada berakhirnya masa puasa.

Penjelasan ini tidak lepas dari konteks sejarah masuknya Islam di Nusantara, di mana istilah lokal digunakan untuk memudahkan adaptasi masyarakat yang sebelumnya menganut kepercayaan lain. Dengan demikian, “Lebaran” menjadi jembatan budaya yang membantu transisi spiritual tanpa menghilangkan makna perayaan.

Di sisi lain, terdapat teori yang mengaitkan “Lebaran” dengan bahasa Jawa, khususnya dari ungkapan “wis bar” yang berarti “sudah selesai”. Kata “bar” kemudian diasosiasikan dengan “lebar”, yang dalam konteks ini merujuk pada berakhirnya suatu proses, yakni ibadah puasa.

Meski demikian, masyarakat Jawa sendiri lebih sering menggunakan ungkapan “sugeng riyadin” untuk mengucapkan selamat hari raya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kata “Lebaran” tidak sepenuhnya berasal dari satu budaya, melainkan hasil percampuran berbagai tradisi.

Sementara itu, dalam budaya Betawi, kata “Lebaran” memiliki makna yang lebih simbolis dan emosional. Istilah ini dikaitkan dengan kata “lebar” yang berarti luas, menggambarkan keluasan hati, kelegaan, dan kebahagiaan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Makna tersebut kemudian berkembang menjadi representasi dari suasana Idulfitri itu sendiri, yang identik dengan saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan merayakan kemenangan spiritual. Dengan kata lain, “Lebaran” bukan hanya istilah, tetapi juga cerminan nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat.

Seiring waktu, penggunaan kata ini semakin mengakar dan melampaui batas etnis maupun daerah. “Lebaran” kini menjadi identitas khas Indonesia dalam merayakan Idulfitri, sekaligus membedakannya dari tradisi Muslim di belahan dunia lain.

Dengan demikian, meskipun tidak berasal dari bahasa Arab, kata “Lebaran” justru memperkaya khazanah budaya Islam di Indonesia. Istilah ini menunjukkan bagaimana agama dan budaya dapat berinteraksi, beradaptasi, dan melahirkan tradisi yang unik serta penuh makna. (*)

Sumber: Berbagai sumber

KEYWORD :

Asal Usul Lebaran Kata Lebaran Tradisi Lebaran Idul Fitri




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :