Kamis, 19/03/2026 15:00 WIB

Ketua DPD: Serangan Antar Negara Muslim di Ramadan Harus Dihentikan





Permusuhan antar sesama negara Muslim hanya akan menguntungkan pihak lain yang ingin memecah belah. Ini harus dihentikan.

Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa konflik bersenjata antar sesama negara Muslim, terlebih di Bulan Suci Ramadan, merupakan ironi yang tidak bisa dibenarkan dan harus segera dihentikan.

Menurut dia, Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan justru diwarnai permusuhan apalagi peperangan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan luas.

“Tidak semestinya sesama negara Muslim saling menyerang di bulan penuh rahmat ini. Ini tragedi yang sangat disayangkan dan harus segera diakhiri,” tegas Sultan, Kamis (19/3).

Ia menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan sejumlah negara Arab, yang tidak hanya menyasar aset militer, tetapi juga berdampak pada fasilitas publik, kawasan pemukiman, hingga aset ekonomi milik warga sipil.

Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania disebut menjadi target serangan. Meski demikian, negara-negara tersebut dinilai masih menahan diri guna mencegah konflik meluas di kawasan Asia Barat.

Sultan mengingatkan bahwa baik Iran maupun negara-negara Arab tersebut merupakan bagian dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang semestinya menjadi wadah memperkuat stabilitas dan persatuan dunia Islam.

“Permusuhan antar sesama negara Muslim hanya akan menguntungkan pihak lain yang ingin memecah belah. Ini harus dihentikan,” ujarnya.

Sebagai negara sahabat Iran, Indonesia melalui Sultan juga menyampaikan imbauan agar pemerintah dan militer Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Muslim, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Dengan alasan apa pun, serangan terhadap sesama negara Muslim adalah kesalahan besar. Ini saatnya berhenti dan memilih jalan damai,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sangat prihatin atas konflik yang terjadi, namun tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak ikut campur dalam konflik tersebut.

“Indonesia mencintai perdamaian dan tidak ingin melihat sesama sahabat terus bermusuhan,” kata Sultan.

Lebih lanjut, Sultan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), mendorong penguatan solidaritas antar negara anggota OKI serta percepatan langkah diplomatik untuk menghentikan konflik.

Ia bahkan mengusulkan agar OKI segera menggelar pertemuan darurat tingkat kepala negara guna mencari solusi konkret atas konflik yang terus berlarut.

“OKI harus hadir menjaga persatuan dunia Islam dan menyelesaikan perbedaan dengan cara damai, sesuai semangat Deklarasi Jakarta 2016,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Ketua DPD Sultan B Najamudin negara muslim konflik global Idul Fitri




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :