Gerhana Matahari Cincin Api (Foto: Space via Business Insider)
Jakarta, Jurnas.com - Fenomena gerhana Matahari cincin api selalu menarik perhatian masyarakat karena keindahannya yang langka. Saat peristiwa ini terjadi, Bulan tampak berada tepat di tengah Matahari, tetapi tidak menutupinya sepenuhnya.
Akibatnya, Matahari terlihat seperti lingkaran bercahaya di sekeliling bayangan Bulan. Meski spektakuler, fenomena ini ternyata tidak muncul setiap tahun.
Secara astronomi, gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus. Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga bayangannya jatuh ke permukaan Bumi.
Namun, posisi tersebut tidak selalu tercapai setiap bulan, walaupun Bulan mengelilingi Bumi secara rutin sekitar 29,5 hari sekali.
Hal ini disebabkan karena orbit Bulan tidak sejajar sempurna dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari. Jalur orbit Bulan memiliki kemiringan sekitar lima derajat terhadap bidang edar Bumi (ekliptika).
Akibat kemiringan ini, sebagian besar waktu Bulan melintas sedikit di atas atau di bawah Matahari jika dilihat dari Bumi, sehingga gerhana tidak terjadi.
Gerhana cincin api memiliki syarat tambahan. Selain harus berada dalam satu garis, Bulan juga harus berada pada posisi terjauh dari Bumi yang disebut apogee.
Ketika Gerhana Terjadi, Ini Tata Cara Salatnya
Pada posisi ini ukuran tampak Bulan lebih kecil dibandingkan Matahari sehingga tidak mampu menutup seluruh permukaan Matahari. Cahaya Matahari yang tersisa membentuk cincin terang di sekelilingnya.
Sebaliknya, jika Bulan berada di titik terdekat dari Bumi atau perigee, ukuran tampaknya lebih besar dan dapat menutupi Matahari sepenuhnya sehingga menghasilkan gerhana Matahari total. Karena perubahan jarak Bulan terhadap Bumi terus berlangsung, jenis gerhana yang terjadi pun berbeda-beda.
Selain itu, jalur bayangan inti Bulan (antumbra) hanya melintasi sebagian kecil permukaan Bumi. Itulah sebabnya gerhana cincin api hanya bisa disaksikan secara sempurna di wilayah tertentu yang berada tepat di jalur tersebut. Daerah lain hanya melihat gerhana sebagian atau bahkan tidak melihat sama sekali.
Para astronom menyebut peristiwa gerhana mengikuti pola siklus yang dikenal sebagai siklus Saros, yakni sekitar 18 tahun 11 hari. Dalam siklus ini, konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan akan hampir sama sehingga gerhana serupa dapat terulang, meskipun tidak selalu terlihat dari lokasi yang sama.
Dengan demikian, gerhana cincin api tergolong peristiwa langit langka karena membutuhkan kombinasi posisi orbit, jarak Bulan, dan jalur bayangan yang sangat spesifik. Inilah alasan mengapa fenomena tersebut tidak terjadi setiap tahun dan selalu dinantikan para pengamat langit di seluruh dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Cincin Api Matahari





















