Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (Foto: Reuters)
Jenewa, Jurnas.com - Iran mengurus Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menuju Jenewa, Swiss pada untuk menghadiri putaran kedua negosiasi nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Dikutip dari AP pada Senin (16/2), Araghchi dan delegasinya menuju lokasi perundingan itu setelah putaran pertama pembicaraan berlangsung di Oman pekan lalu. Media pemerintah Iran, IRNA, menyebut Oman kembali menjadi mediator.
Perundingan serupa tahun lalu sempat gagal setelah Israel melancarkan serangan yang berkembang menjadi perang selama 12 hari melawan Iran, termasuk pemboman situs nuklir Iran oleh Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran membatasi program nuklirnya. Iran menegaskan akan membalas jika diserang. Trump juga mengancam Iran terkait tindakan keras pemerintah terhadap gelombang protes nasional.
Negara-negara Arab Teluk memperingatkan bahwa serangan apapun berpotensi memicu konflik regional baru yang lebih luas. Pemerintahan Trump bersikeras Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium dalam bentuk apapun, tuntutan yang ditolak Teheran.
Iran terus menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, meski sejumlah pejabat belakangan semakin sering mengisyaratkan kemungkinan mengejar senjata nuklir. Sebelum perang pada Juni, Iran memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen, hanya selangkah dari level senjata.
Selain menghadiri negosiasi, Araghchi juga dijadwalkan bertemu dengan pejabat Swiss dan Oman, serta direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pada Minggu sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih tertarik pada solusi diplomatik, dan menyebut utusan Trump, Steve Witkoff serta Jared Kushner, sedang melakukan perjalanan untuk putaran baru pembicaraan.
Trump pada Jumat menyatakan kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford, dikirim dari Karibia ke Timur Tengah untuk memperkuat aset militer AS di kawasan. Dia juga menyebut perubahan kekuasaan di Iran sebagai hal terbaik yang bisa terjadi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
perundingan nuklir Iran AS negosiasi Jenewa Oman program uranium Iran
























