Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Alex Indra Lukman. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta Gerakan Pangan Murah (GPM) memperlihatkan keberpihakan negara pada korban bencana. Terutama, bencana hidrometeorologi di Sumatra.
Politikus PDIP ini juga mendorong agar program Bantuan Pangan Non Tuntai (BPNT) tahun 2026 yang telah ditetapkan pada akhir Januari 2026, memperhatikan penerima manfaat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
"Ada ribuan kawan-kawan kita yang tercatat sebagai korban bencana hidrometeorologi di Sumatera, Aceh, Sumut dan Sumbar. Tolong lah titik GPM-nya diperbanyak di daerah bencana ini. Kawan-kawan kita di sana tengah dirundung duka," kata Alex dalam keterangannya, Rabu (4/2).
Permintaan ini juga disampaikan Alex saat rapat kerja Komisi IV DPR bersama mitra kerja dengan agenda pengamanan harga dan persiapan stok bahan pangan menjelang Ramadan 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
Pernyataan Alex ini juga merespon rencana GPM yang akan digelar ID Food pada 420 titik se-Indonesia, guna mengantisipasi tingginya permintaan pada Ramadhan dan lebaran Idul Fitri Tahun 2026 ini.
Dari data yang disampaikan ID Food pada rapat kerja itu, GPM hanya akan digelar pada 2 titik di Aceh, 4 GPM di Sumut, dan 9 titik GPM di Sumbar.
"Mudah-mudahan, ID Food menggelar GPM secara gratis bagi warga korban bencana. Jika ternyata tak gratis, tolong titiknya diperbanyak. Kondisi ekonomi lagi kesulitan di tiga daerah terdampak bencana ini. Kawan-kawan kita tengah ditimpa bencana," kata Alex.
Selain itu, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga mengkritisi porporsi pelaksanaan GPM di daerah urban dan padat penduduk. Alex lantas mengutip rencana GPM di Jakarta yang akan digelar di 65 titik. Sementara, di Provinsi Jawa Tengah cuma 45 titik GPM.
"Sebagai daerah urban, setiap kali libur lebaran, mayoritas perantau yang jadi penduduk Jakarta, akan pulang kampung berlebaran. Dengan fenomena itu, semestinya GPM di Jakarta, tak lebih banyak dari Jawa Tengah yang sejatinya adalah lokasi tujuan mudik lebaran warga Jakarta," kata Alex.
Di rapat kerja itu juga, Ketua PDI Perjuangan Sumatra Barat (Sumbar) ini mempertanyakan jadwal penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat di tahun 2026 ini. Alex berharap program tersebut yang berada di bawah tanggungjawab Bapanas, disalurkan pada bulan Februari dan Maret 2026.
"Belajar dari pengalaman tahun 2025 lalu, mohon penyaluran Banpang ini disegerakan Bapanas bersama Bulog sebagai pelaksana teknis. Karena, kondisi geografis negara kita yang beragam," kata Alex.
"Penyaluran Banpang di pedalaman Papua sana, tentunya akan membutuhkan waktu lebih panjang," timpal Alex.
Rapat kerja ini dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Heriadi (Titiek Soeharto) dan Alex. Rapat dihadiri langsung Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Wamentan Sudaryono.
Kemudian, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut IDFood, Ghimoyo beserta jajaran lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi IV Alex Indra Lukman korban bencana gerakan pangan murah
























