Sabtu, 13/08/2022 20:09 WIB

INTERNASIONAL

Kisah Moon Jae-in, Dari Pengunsi Hingga Jadi Presiden Korsel

Berdasarkan hasil hitungan cepat Moon memperoleh suara sebesar 41.4 persen unggul di atas Partai Konservatif, Hong Joon-pyo yang hanya memperoleh suara 23.3 persen dan Ahn Cheol-Soo dengan suara 21,8 persen.

Presiden terpilih Korea Selatan, Moon Jae-in (Foto: Reuters)

Jakarta - Terdengar suara sorak-sorai bahagia pendukung presiden terpilih Korea Selatan, Moon Jae-in memenuhi udara Seoul. Berdasarkan hasil hitungan cepat Moon memperoleh suara sebesar 41.4 persen unggul di atas Partai Konservatif, Hong Joon-pyo yang hanya memperoleh suara 23.3 persen dan Ahn Cheol-Soo dengan suara 21,8 persen.

Moon akan mengganti Park Geun-hye, yang dipecat pada Desember lalu oleh parlemen atas skandal korupsi. Politisi berhaluan liberal (64) tak lain hanyalah seorang memiliki asal-usul yang sederhana. Lahir di Geoje, sebuah pulau kecil di lepas pantai selatan Korea Selatan, hingga pengungsi selah melarikan diri dari perang di Korea Utara. Meski hidup dalam kemiskinan saat masih kecil, namun ternyata ia selalu unggul di sekolah. Tak ayal setelah menempu sekolah mengenah ke atas, ia langsung mendapatkan tempat universitas di Seoul pada 1970an dengan jurusan hukum.

Pada saat itu, Korsel masih dipenuhi kediktatoran, di bawah penguasa militer Park Chung-hee (ayah dari presiden Park Geun-hye yang baru saja digulingkan), dan Moon aktor yang memiliki peran penting dalam demonstrasi mahasiswa melawan penghentian hak sipil dan politik Park. Moon ditangkap dan dikeluarkan dari universitas, namun kemudian diijinkan untuk kembali dan menyelesaikan studinya. Setelah lulus, sejarahnya sebagai aktivis mendiskualifikasinya dari pekerjaan pemerintah di pengadilan atau penuntutan.

Ia lalu hijra ke Busan, kota kedua terbesar di Korsel, di mana ia menjadi pengacara hak asasi manusia bersama dengan Roh Moo-hyun, yang menjabat sebagai presiden Korsel pada 2003. Roh menunjuk Moon sebagai sekertarisnya. Hal itu sekaligus sebagai pengalam pertamanya dalam pemerintahan.

Sejak memulai karir politiknya, Moon sudah memiliki hubungan dekat dengan Roh, yang meskipun populer di kalangan kaum liberal karena kehangatan dan karisma, dikenang oleh banyak orang sebagai negarawan yang tidak efektif . Roh  bunuh diri pada 2009 atas tuduhan pengaruh menjajakan yang mulai menyelimuti keluarga dan rekan dekat.

TAGS : Pemilihan Korea Selatan Moon Jae-in




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :