Sabtu, 04/04/2026 21:39 WIB

Sahroni Dukung Kapolri Tuntaskan Ancaman Kejahatan Internasional di Ajang AMMTC





Ahmad Sahroni meminta agar Kapolri dapat mendorong munculnya langkah penyelesaian konkret terhadap situasi ancaman kejahatan lintas negara di ASEAN.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo membuka ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke-17 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/8) pagi secara daring dari Afrika.

Pada AMMTC ke-17 ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kejahatan lintas negara tengah menjadi ancaman terbesar di kawasan ASEAN saat ini.

Menyikapi pertemuan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta agar Kapolri dapat mendorong munculnya langkah penyelesaian konkret terhadap situasi ancaman kejahatan lintas negara di ASEAN. Karena Sahroni melihat, beragam kasus lintas negara yang terjadi di negara-negara ASEAN, sudah sangat meresahkan.

“Komisi III berharap, Kapolri dapat menjadi aktor utama yang mendorong munculnya langkah-langkah konkret dalam penyelesaian kejahatan di kawasan. Karena banyak isu keamanan lintas negara di ASEAN ini yang patut menjadi perhatian,” kata Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (22/8).

“Mulai dari narkoba, terorisme, penyelundupan, hingga yang sedang marak, TPPO. Ini semua kan juga ranah pekerjaan kepolisian. Jadi Pak Kapolri harus perjuangkan agar jangan sampai Indonesia jadi sasaran kejahatan dari luar negeri,” lanjutnya.

Lebih spesifik, Sahroni juga berharap, agar negara-negara yang hadir dalam AMMTC, bisa berkomitmen bersama untuk melakukan pemberantasan TPPO secara bahu membahu. Karena menurutnya, kasus TPPO akan sangat sulit diberantas sampai tuntas, jika masing-masing negara masih melihat dengan tingkat urgensi yang berbeda.

“Terutama soal TPPO, saya rasa perlu ada kerja sama kuat dari seluruh negara yang hadir, untuk memberantas ini. Kalau hanya penyelesaian dari dalam negeri, ini akan sulit sekali memutus rantainya. Karena apa? Demand dari luar tetap ada dan tinggi. Sehingga oknum dari dalam negeri jadi terus menerus cari celah. Itu yang merepotkan,” tambahnya.

Sebab, Sahroni melihat, Indonesia kerap menjadi negara yang sangat dirugikan akibat tindakan kejahatan lintas negara. Berbagai aksi penyelundupan dari luar juga dianggap telah memicu timbulnya serentetan tindak kejahatan di dalam negeri.

“Karena kita sering lihat, Indonesia ini kerap jadi tempat senjata dan narkoba diselundupkan, WNI jadi objek trafficking, jadi sarang teroris, intinya Indonesia jadi tempat ‘nyaman’ bagi kriminal internasional,” tutur Sahroni.

“Ujung-ujungnya kriminalitas di dalam (negeri) ikut meningkat. Ini yang harus kita perjuangkan untuk diberantas. Dan untuk itu, tentu harus dengan koordinasi yang kuat dengan para mitra dari negara ASEAN” pungkas Sahroni.

KEYWORD :

Ahmad Sahroni Komisi III DPR Sahroni Dukung Kapolri Ancaman Kejahatan Internasional Ajang AMMTC




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :