Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo saat membuka kegiatan Kelas Pranikah dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin (Perisa Catin) anggota TNI/Polri di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (5/7).
JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebutkan ada enam kementerian dan lembaga yang telah memanfaatkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK).
Kepala BKKBN, Hasto mengatakan, pada 2023 merupakan tahun kedua dilakukannya pemutakhiran terhadap data hasil PK Tahun 2021 (PK-21), berhasil memetakan sebanyak 68 juta keluarga Indonesia secara by name by address.
Kisah Pejuang Stunting di Tengah Minimnya Kesadaran Masyarakat, `Bersatu Kita Teguh Bertiga Kita Tangguh`
"Tahun ini, target pemutakhiran data keluarga dilakukan terhadap 15,5 juta keluarga pada 13.611 desa atau kelurahan yang menjadi wilayah pemutakhiran dengan melibatkan 101.629 kader pendata," kata Hasto dalam araha pada Apel Disiplin ASN Senin Pagi di Kantor BKKBN, Jakarta, Senin (10/7).
Dalam program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting, data hasil PK dan pemutakhirannya, menurut Hasto dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, swasta, perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya.
Hasto menyebutkan, setidaknya ada enam kementerian dan lembaga yang telah memanfaatkan data hasil PK-21 dan Pemutakhirannya yakni Kementerian PUPR melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program Bedah Rumah, Badan Pangan Nasional melalui Program Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah berupa telur dan daging ayam kepada keluarga berisiko stunting.
Selanjutnya Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk pemetaan indikator SDGs dan keluarga beresiko stunting secara geospasial, Kemenko PMK dan TNP2K dalam hal pemeringkatan kesejahteraan sosial Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), lanjut Hasto, juga memanfaatkan data hasil Pemutakhiran itu untuk penyaluran program bantuan gizi nusantara pada lokus KKN Tematik.
Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika memanfaatkan hasil Pemutakhiran itu untuk penyaluran Set Top Box (STB) kepada keluarga miskin.
Pencapaian Tertinggi
Pemutakhiran PK tahun 2023 dilakukan BKKBN selama satu bulan yakni dari 1 Juli hingga 31 Juli 2023. Hingga Senin (10/7), BKKBN mencatat telah memutakhirkan 4.608.991 data keluarga atau 29,35 persen secara nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelaporan dan Statistik (Laptik) BKKBN, Lina Widyastuti mengatakan, BKKBN menargetkan 15.703.133 data keluarga. Secara persentase, Lina menyebutkan ada 13 provinsi yang pencapaian Pemutakhiran di atas angka persentase nasional.
Pencapaian Pemutakhiran tertinggi di atas pencapaian nasional yakni Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 45,04 persen, Provinsi Sulawesi Barat 42,40 persen, Banten 42,18 persen, Jawa Timur 41 persen, Gorontalo 40,52 persen.
Selanjutnya, Bali 39,11 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 36,14 persen, Nusa Tenggara Barat 34,73 persen, Jambi 34,23 persen, Bengkulu 32,27 persen, Kalimantan Timur 31,30 persen, Sulawesi Selatan 30,32 persen, dan Lampung 30,21 persen.
"Pemutakhiran dilakukan dengan dua metode pengumpulan data, yaitu metode formulir (paper based) dan telepon pintar (smartphone) yang ditentukan berdasarkan pemetaan yang dilakukan provinsi,"kata Lina.
Pemutakhiran PK tahun 2023 dilaksanakan untuk meningkatkan akurasi dan kualitas data pensasaran agar intervensi yang dilakukan dapat menjadi lebih tepat dan akurat.
Untuk Program Bangga Kencana, data hasil PK dan Pemutakhirannya digunakan sebagai dasar dalam perencanaan, penyelenggaraan, pemantauan serta evaluasi yang diukur melalui capaian indikator Utama (IKU) BKKBN berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) BKKBN 2020-2024.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pendataan Keluarga BKKBN Hasto Wardoyo Pemutakhiran Pendataan Keluarga



























