Mantan Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa tiba untuk menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Kamis (2/2/2023). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Jakarta, Jurnas.com - Praktisi hukum, Erwin Kallo meminta agar terdakwa Linda Pujiastuti memberikan pernyataan terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat Irjen Teddy Minahasa di persidangan.
Menurut Erwin, langkah Linda yang memberikan keterangan di media sosoal TikTok tidak tepat. Sebab, kata Erwin, Linda semestinya Linda menjelaskan soal kasus ini di persidangan.
"Kalau memang dia punya bukti, kenapa tidak ditampilkan kemarin (saat persidangan). Kalau memang dia yakin ada bukti, ya keyakinan itu dibuktikan di persidangan. Linda dikasih kesempatan kemarin seluas-luasnya di persidangan, kenapa ga ngomong," ujar Erwin Kallo dalam keterangannya, Jumat (5/5).
Erwin menyebut, media sosial bukan tempat yang tepat untuk melakukan pembuktian sebuah perkara peradilan, apalagi persidangan masih berlangsung.
"Kalau cuma ngomong di TikTok, orang gila juga bisa ngomong begitu," jelas Erwin.
Di sisi lain, Mantan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen (Purn) Arman Depari menyebutkan bahwa Linda alias Anita merupakan seorang informan.
"Saya tidak pernah ketemu (Linda Pujiastuti), tapi saya tahu dia ini informan yang selalu menjual-jual informasi. Dan anggota saya dulu bilang kalau dia ini informan minta pulsa, minta ongkos, minta bayaran," ucap Arman Depari dikutip dari keterangan video di Youtube.
Arman mengaku tidak pernah menggunakan informasi dari Linda. Namun, ia mengaku pernah menelusuri informasi terkait Linda.
"Saya tidak pernah menggunakan jasa Linda, tapi laporan dari anggota saya dan saya ingat betul, saya tanyakan ke anggota saya gimana dengan informan ini? Lalu anggota saya jawab Linda perlu dicek kejiwaannya Pak karena bohong semua," ujar Arman.
Untuk diketahui, Linda belum lama ini muncul di TikTok bersama penasihat hukumnya, Adriel Viari Purba. Linda membela diri terkait kesaksiannya dalam kasus narkoba Teddy Minahasa.
"Untuk apa saya bohong? Dia itu jenderal bintang dua, dan saya belum gila," ujar Linda.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Teddy Minahasa Kapolda Jawa Timur Polri Narkoba Polda Metro Jaya



























