Minggu, 19/04/2026 17:55 WIB

Keren, Desa Ini Tak Punya Stunting





Keren, Desa Ini Tak Punya Stunting

Ajakan cegah stunting. (Foto: Ist)

JAKARTA, Jurnas.com - Desa Sukamakmur yang terletak di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah menjadi desa berprestasi sebagai desa dengan jumlah bayi nol stunting.

Kepala Desa Sukamakmur, Muhammad Toha mengatakan, keberhasilan Desa Sukamakmur sebagai desa dengan prestasi desa nol stunting tidak terlepas dari dukungan semua warga desa untuk menjalankan program pemerintah pusat dalam upaya mengatasi stunting.

"Salah satunya adalah 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan dengan benar, pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan," kata Toha melalui keterangan resmi, Jakarta, Rabu (4/1).

Toha menambahkan, faktor lain yang membuat desanya menjadi nol stunting adalah dengan memberikan pemahaman-pemahaman kepada ibu hamil dan keluarga secara menyeluruh tentang pencegahan stunting melalui bidan dan tenaga kesehatan terkait apa-apa yang harus dihindari dan dilakukan oleh ibu hamil.

Pemerintah desa, kata Toha, juga memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat tentang bahaya stunting.

"Untuk pemenuhan gizi kepada ibu hamil dan anak risiko stunting, pemerintah desa telah menganggarkan dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan iuran dari guru dan wali murid dari sekolah Paud yang ada di desa Sukamakmur sehingga tidak hanya bergantung dari dana desa atau anggaran dana desa," ungkap dia.

Plt Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dadi Ahmad Roswandi  pun mengapresiasi dengan baik capaian yang diraih desa Sukamakmur tersebut sebagai desa dengan nol stunting.

Dadi pun berharap agar kesuksesan desa Sukamakmur bisa ditiru oleh desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan.

"Ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi desa-desa lainnya di Kalimantan Tengah. Jika ini bisa dilakukan secara konsisten di lakukan di desa-desa lainnya, maka target penurunan stunting di Kalimantan Tengah akan bisa dan mudah dicapai," ujar dia.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Kalimantan Tengah yakni 27,4 persen atau masih di atas rata-rata nasional yaitu 24,4 persen.

Kendati demikian, Kalimantan Tengah secara perlahan sukses menurunkan angka stunting yang pada 2019 lalu prevalensinya mencapai 32,3 persen. Penurunan tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah setempat menekan angka stunting di Bumi Tambun Bungai.

Sejumlah regulasi terkait percepatan penanggulangan stunting pun telah dibuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, di antaranya Surat Keputusan Gubernur Nomor: 188.44/73/2019 tentang Tim Pelaksana Program Aksi Percepatan Penanggulangan Stunting Provinsi Kalimantan Tengah dan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 14 Tahun 2019 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Melalui Aksi Ela Hindai Stunting Tahun 2019.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 26 Tahun 2019 tentang Deteksi Dini Penanggulangan Stunting dan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

KEYWORD :

Provinsi Kalimantan Tengah Nol Stunting Desa Sukamakmur




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :