Selasa, 21/04/2026 10:39 WIB

Korut Tembakkan Rudal Jarak Pendek, Korsel Keluarkan Peringatan Serangan udara





Korut Tembakkan Rudal Jarak Pendek, Korsel Keluarkan Peringatan Serangan udara.

Sebuah layar televisi di Seoul menunjukkan cuplikan uji coba rudal Korea Utara. (Foto: AFP/Jung Yeon-je)

JAKARTA, Jurnas.com - Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan serangan udara langka bagi penduduk sebuah pulau timur setelah Korea Utara meluncurkan tiga rudal balistik ke laut, termasuk satu yang mendarat kurang dari 60 km (37 mil) di lepas pantai Korea Selatan.

Peluncuran pada Rabu (2/11) pagi itu terjadi beberapa jam setelah Pyongyang menuntut Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan menghentikan latihan militer skala besar yang sedang berlangsung, dengan mengatakan ketergesaan dan provokasi militer tidak dapat lagi ditoleransi .

Rudal diluncurkan dari daerah sekitar Wonsan di pantai timur Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa mereka mengeluarkan peringatan serangan udara untuk pulau Ulleung pada waktu yang hampir bersamaan.

JCS mengatakan setidaknya satu rudal mendarat 26km (16 mil) selatan Garis Batas Utara, perbatasan maritim antar-Korea yang disengketakan. Rudal itu mendarat hanya 57km (35 mil) dari kota Sokcho di Korea Selatan di pantai timur, dan 167km (104 mil) dari Ulleung.

Kantor berita Yonhap di Korea Selatan mengutip seorang pejabat di pulau itu yang mengatakan bahwa para karyawan berlindung di ruang bawah tanah ketika peringatan serangan udara untuk Ulleung disiarkan di televisi nasional.

Korea Utara telah melakukan sejumlah uji coba senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, dan ada harapan akan segera melanjutkan uji coba nuklir.

Pyongyang berpendapat senjatanya diperlukan untuk pertahanan diri dan bahwa tes baru-baru ini merupakan peringatan bagi Washington dan Seoul atas latihan militer gabungan yang dilihatnya sebagai latihan invasi.

Latihan minggu ini, dijuluki Vigilant Storm, dimulai pada hari Senin dan merupakan beberapa dari dua sekutu terbesar, yang melibatkan sekitar 240 pesawat tempur dari kedua belah pihak melakukan serangan tiruan 24 jam sehari.

Gedung Putih mengatakan latihan semacam itu adalah bagian dari jadwal pelatihan rutin AS dengan Korea Selatan.

"Kami menolak anggapan bahwa mereka berfungsi sebagai provokasi apa pun. Kami telah menjelaskan bahwa kami tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK dan meminta mereka untuk terlibat dalam diplomasi yang serius dan berkelanjutan," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Adrienne Watson pada Selasa (1/11).

"DPRK terus tidak menanggapi. Pada saat yang sama, kami akan terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami untuk membatasi kemampuan Korea Utara untuk memajukan program senjatanya yang melanggar hukum dan mengancam stabilitas regional," sambungnya.

Sumber: Al Jazeera

KEYWORD :

Korea Selatan Amerika Serikat Korea Utara Uji Coba Rudal




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :