Jum'at, 31/05/2024 04:28 WIB

Gerindra Tolak Empat Pos Menteri di Kabinet Jokowi

Partai Gerindra mengklaim ditawari empat pos menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono

Jakarta - Partai Gerindra mengklaim ditawari empat pos menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi. Empat kursi menteri yang ditawari adalah, menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, menteri pertanian, menteri tenaga kerja, dan kepala staf kepresidenan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Puyono mengatakan, informasi penawaran empat menteri itu diperoleh dari orang dekat Presiden Jokowi.

"Saya sudah dapat info A1 dari orang dekat Pak Joko Widodo," kata Arif. Kode "A1" merupakan penanda -di kalangan intelijen- bahwa data atau informasi itu benar-benar teruji.

Apakah Gerindra bakal masuk kabinet Jokowi? Menurut Arif, partainya tidak begitu tertarik bergabung dengan kabinet Jokowi. Sebab, hal itu akan berpengaruh negatif pada elektabilitas Partai Gerindra dan Prabowo Subianto pada Pemilu 2019.

Tetap konsisten berada di luar pemerintahan, kata Arif, cukup rasional karena awal 2018 sudah tahun politik dan Gerindra telah sepakat untuk kembali mengusung Prabowo di Pilpres 2019.

"Seluruh kader Gerindra sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 dan berjuang untuk memenangkan itu," katanya.

Meski seluruh kader sepakat berada di luar pemerintahan, lanjut Arif, keputusan untuk bergabung bersama kabinet Jokowi diserahkan kepada Prabowo Subianto.

"Untuk berkoalisi dengan pemerintahan Joko Widodo-JK yang pasti semua keputusan ada di tangan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto. Kami sebagai anak buah tinggal ikut saja," tegasnya.

KEYWORD :

Reshuffle Kabinet Presiden Jokowi Perombakan Kabinet Gerindra




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :