Sabtu, 04/04/2026 23:45 WIB

Sepi Peminat, Islandia Akan Setop Perburuan Paus





Islandia berencana menyetop perburuan paus komersial dalam waktu dua tahun mendatang, menyusul sepinya permintaan terhadap daging hewan mamalia tersebut.

Kapal penangkap paus di Islandia (Foto: BBC)

Reykjavik, Jurnas.com - Islandia berencana menyetop perburuan paus komersial dalam waktu dua tahun mendatang, menyusul sepinya permintaan terhadap daging hewan mamalia tersebut.

Sebagaimana diketahui, negara pulau yang terletak di Atlantik Utara itu adalah salah satu dari sedikit tempat yang memungkinkan perburuan paus.

Tetapi permintaan daging paus menurun secara dramatis sejak Jepang, pasar utama Islandia, melanjutkan perburuan paus komersial pada 2019 silam. Karena itu, Menteri Perikanan Islandia, Svandis Svavarsdottir, mengatakan perburuan paus tidak lagi menguntungkan.

"Mengapa Islandia harus mengambil risiko menjaga perburuan paus yang tidak membawa keuntungan ekonomi, untuk menjual produk yang hampir tidak ada permintaannya?" tulis dia di surat kabar Morgunbladid dikutip dari BBC pada Minggu (6/2).

Kuota tahunan Islandia memungkinkan perburuan 209 paus sirip, yang dianggap terancam punah, dan 217 paus minke sebagai salah satu spesies terkecil.

Tetapi Svavarsdottir mengatakan fakta bahwa hanya satu paus yang terbunuh dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan bahwa praktik tersebut hanya memiliki sedikit manfaat ekonomi bagi negara.

Dia menyebut penurunan permintaan ini akan menjadi faktor kunci dalam keputusan, terkait apakah negara itu akan memperpanjang perburuan paus melampaui tahun 2023.

Ketika Jepang memulai kembali perburuan paus komersial pada tahun 2019, setelah jeda selama tiga dekade, menyebabkan penurunan permintaan yang signifikan untuk ekspor paus Islandia, membuat perburuan menjadi kurang menguntungkan.

Faktor-faktor lain juga membuat perburuan paus lebih menantang. Aturan jarak sosial membuat pabrik pengolahan daging paus Islandia menjadi kurang efisien, dan perluasan zona pesisir larangan memancing mendorong biaya perburuan paus.

Svavarsdottir menambahkan, kegiatan penangkapan ikan paus Islandia dapat berdampak negatif terhadap ekonomi, misalnya rantai Whole Foods yang berbasis di AS berhenti memasarkan produk Islandia ketika perburuan paus komersial dilanjutkan di sana pada tahun 2006.

Berita itu disambut baik oleh para aktivis, yang telah menyerukan diakhirinya perburuan paus di Islandia selama bertahun-tahun.

"Ini jelas berita yang sangat disambut, dan tidak sebelum waktunya. Pemburu paus Islandia telah membunuh ratusan paus dalam beberapa tahun terakhir, meskipun permintaan domestik hampir nol," kata Vanessa Williams-Grey dari lembaga amal Konservasi Paus dan Lumba-lumba Inggris.

Untuk diketahui, saat ini, Islandia, Norwegia, dan Jepang adalah sederet negara yang mengizinkan perburuan paus komersial.

KEYWORD :

Perburuan Paus Islandia Hewan Mamalia Ekspor Perikanan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :