Minggu, 28/11/2021 01:23 WIB

Sehari sebelum IG, FB, WA Down, Eks Staf Bongkar Kebobrokan Facebook

Mantan staf Facebook, Frances Haugen, membocorkan kebijakan bekas kantornya dalam sebuah wawancara bersama CBS, pada Minggu (3/10) sehari sebelum Instagram, Facebook, dan WhatsApp tidak bisa diakses pada Senin (4/10) malam.

Facebook dituntut karena kehilangan kendali atas data sekitar satu juta pengguna di Inggris dan Wales. (Foto: BBC News)

New York, Jurnas.com - Mantan staf Facebook, Frances Haugen, membocorkan kebijakan bekas kantornya dalam sebuah wawancara bersama CBS, pada Minggu (3/10) sehari sebelum Instagram, Facebook, dan WhatsApp tidak bisa diakses pada Senin (4/10) malam.

Haugen meninggalkan Facebook pada awal tahun ini, karena merasa jengkel dengan perusahaan tersebut. Sebelum berangkat, dia menyalin serangkaian memo dan dokumen internal.

Dalam dokumen yang dia bocorkan, Haugen menyebut perusahaan media sosial milik Mark Zuckerberg itu lebih memprioritaskan pertumbuhan, alih-alih keamanan pengguna.

Haugen juga membeberkan bahwa selebriti, politisi, dan pengguna terkenal diperlakukan berbeda oleh Facebook. Selain itu, kebijakan pemeriksaan silang diterapkan secara berbeda, atau tidak sama sekali, untuk akun-akun semacam itu.

Kebocoran lain menunjukkan bahwa Facebook menghadapi gugatan kompleks dari sekelompok pemegang sahamnya sendiri. Dikatakan, Facebook membayar sebesar US$5 miliar kepada Komisi Perdagangan Federal AS, untuk menyelesaikan skandal data Cambridge Analytica, dengan tujuan melindungi Mark Zuckerberg dari tanggung jawab pribadi.

Berdasarkan penelitian internal Facebook, ditemukan bahwa Instagram berdampak pada kesehatan mental remaja. Tapi temuan itu tidak dikemukakan ke publik.

Menurut paparan yang dilaporkan oleh Wall Street Journal, 32 persen gadis remaja yang disurvei mengatakan bahwa ketika mereka merasa buruk tentang tubuh mereka, Instagram membuat mereka merasa lebih buruk.

"Ada konflik kepentingan antara apa yang baik untuk publik dan apa yang baik untuk Facebook," kata Haugen dikutip dari BBC.

"Facebook berulang kali memilih untuk mengoptimalkan untuk kepentingannya sendiri, seperti menghasilkan lebih banyak uang," sambung dia.

TAGS : Facebook Instagram Down Frances Haugen




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :