Tiongkok Diduga Curi Data Angkatan Laut AS

Sabtu, 09/06/2018 23:55 WIB

Jakarta - Tiongkok diduga meretas kontraktor Angkatan Laut Amerika Serikat dan mencuri sejumlah data yang berkaitan dengan teknologi kapal selam AS, termasuk rencana untuk pembuatan rudal anti-kapal supersonik.

The Washington Post yang mengutip seorang pejabat AS menuliskan dalam laporannya bahwa pelanggaran terjadi pada Januari dan Februari ketika peretas menyusup data kontraktor yang bekerja untuk Naval Undersea Warfare Center, sebuah organisasi militer yang bergerak dalam pengembangan kapal selam angkatan laut dan persenjataan bawah laut.

Pejabat tersebut mengatakan data sebanyak 614 gigabytes yang berisi "proyek Sea Dragon, data sinyal dan sensor, informasi ruang radio bawah laut yang berhubungan dengan sistem kriptografi, dan data perpustakaan" telah dicuri.

Upaya peretasan itu terjadi bersamaan dengan pemerintahan Trump yang berusaha mengamankan dukungan Beijing dalam membujuk Korea Utara untuk memberhentikan program senjata nuklirnya, meskipun masih ada ketegangan antara AS dan Tiongkok karena masalah perdagangan dan pertahanan.

Menurut pejabat itu, angkatan laut dan FBI sedang menyelidiki insiden tersebut. 

TERKINI
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal Rekomendasi Makanan Tinggi Protein untuk Diet Tanpa Lemas Sukses di 30 Provinsi, Ahmad Muzani Komitmen Perluas Skala LKBB-PB 2027 FKS Food Hidupkan Kembali Cerita di Balik Produk Legendary Brand