Kamis, 04/06/2026 13:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya membangun ekosistem halal secara utuh. Menag menegaskan bahwa konsep halal dalam Al-Qur`an tidak dapat dipisahkan dari dua unsur lainnya, yaitu thayyiban (baik) dan mubaarakan (berkah).
“Halal tidak boleh dipahami hanya sebagai persoalan hukum atau fiqih semata. Ekosistem halal harus mencakup tiga dimensi sekaligus, yaitu halal, thayyib, dan mubaarak. Ketiganya harus hadir dalam setiap aspek kehidupan, baik yang bersifat fisik maupun spiritual,” kata Menag.
Hal tersebut disampaikan Menag Nasaruddin saat membuka Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa keberkahan dalam konsumsi tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan, bacaan, dan berbagai aktivitas yang menjadi konsumsi rohani manusia.
Menag Ajak Umat Buddha Tebar Kebajikan hingga Jaga Perdamaian Dunia
Menag Nasaruddin Pimpin Pemotongan Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal
Masjid Istiqlal Terima 63 Sapi Kurban, Dibagi ke Pegawai dan Mitra Binaan
Oleh karena itu, kata Menag, masyarakat didorong untuk menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam setiap aktivitas sebagai upaya memperoleh keberkahan.
“Sebagai contoh, membaca basmallah tidak hanya saat mau makan, namun juga sebelum kita membaca buku, agar ilmu menjadi berkah bagi kita,” ujar dia.
Mengutip hasil penelitian, Menag menjelaskan tingkat penerapan perilaku syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal tersebut tercermin dari rendahnya pemanfaatan produk dan layanan berbasis syariah dibandingkan dengan potensi besar jumlah penduduk muslim Indonesia.
“Kita bercermin Malaysia dengan populasi umat Islam 20 juta orang, tapi etos dan tradisi syariah mencapai 67 persen. Indonesia dengan 250 juta umat Islam tapi kesadaran syariah hanya 7,5 persen,” ungkap Menag.
“Karena itu, kesadaran terhadap penggunaan produk halal, perbankan syariah, dan praktik ekonomi syariah harus terus diperkuat agar sejalan dengan potensi yang dimiliki,” kata Menag lagi.
Ia lantas mengajak seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga untuk menjadi pelopor dalam membangun budaya dan perilaku syariah yang lebih kuat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menag berharap UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi pusat pengembangan gagasan dan praktik ekosistem halal yang terintegrasi, sehingga mampu menjadi contoh bagi perguruan tinggi dan masyarakat luas.
“Saya berharap UIN Sunan Kalijaga menjadi pelopor dalam mewujudkan ekosistem halalan thayyiban wa mubarakan. Dari kampus inilah perubahan besar itu dapat dimulai,” kata dia.
Kegiatan dengan tema Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi, Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej, CEO Kabar Indonesia Upi Asmaradhana, dan unsur Pemerintah Daerah DIY, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.