Netanyahu Diam-Diam Temui Presiden UEA, Ini yang Dibahas

Selasa, 29/09/2026 15:30 WIB

Abu Dhabi, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan rahasia dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Abu Dhabi. Pertemuan tertutup yang berlangsung pada hari Minggu tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah kedua negara pada Senin malam.

UEA menyatakan bahwa dialog tersebut berfokus pada pembahasan hubungan bilateral serta langkah-langkah penguatannya, sebagaimana dikutip dari DW pada Selasa (29/9).

"Kedua belah pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara-cara untuk memperkuat dan mengembangkannya," bunyi pernyataan resmi dari pemerintah UEA.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel menyampaikan bahwa agenda pertemuan berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan tantangan-tantangan regional.

Kunjungan mendadak ini terjadi beberapa pekan setelah munculnya laporan media Israel yang mengklaim bahwa Presiden UEA sempat memberi peringatan kepada Netanyahu mengenai ancaman dari kelompok Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa peringatan tersebut tidak diteruskan oleh Netanyahu kepada pihak keamanan. Berdasarkan laporan stasiun TV Israel Channel 12, kedatangan Netanyahu bertujuan untuk meminta Sheikh Mohamed membantah kabar mengenai peringatan awal tersebut. Namun, kantor Netanyahu membantah tuduhan tersebut dan menepis isi laporan media terkait.

Di saat yang sama, badan intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, resmi mengajukan pengaduan terhadap Channel 12 atas dugaan pelanggaran aturan sensor.

"Malam ini, Shin Bet mengajukan pengaduan kepada Kepala Sensor Militer, menuntut agar Channel 12 diadili sejauh mungkin sesuai hukum setelah terjadinya pelanggaran sensor yang berat," kata kantor Netanyahu.

Dikatakan bahwa penyiaran berita kunjungan saat pesawat perdana menteri masih berada di luar ruang udara Israel telah membahayakan keselamatan Netanyahu, istrinya, serta delegasi yang mencakup Kepala Mossad dan pejabat keamanan senior lainnya.

Langkah UEA mengonfirmasi pertemuan ini menjadi momen pertama bagi negara Teluk tersebut dalam mengakui pembicaraan antar kedua pemimpin secara terbuka, setelah sebelumnya membantah kabar kunjungan Netanyahu pada Mei lalu.

UEA memang diketahui sebagai satu dari sedikit negara Arab yang membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham pada 2020.

Walaupun UEA sempat mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan mengecam penanganan sandera warga sipil, hubungan kedua negara sempat merenggang akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza yang telah menelan korban jiwa lebih dari 70.000 warga Palestina.

Kendati demikian, kerja sama pertahanan tetap berlanjut. Israel dilaporkan menempatkan sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personelnya di UEA guna mengantisipasi ancaman serangan dari Iran.

TERKINI
Netanyahu Diam-Diam Temui Presiden UEA, Ini yang Dibahas Jelang Peluncuran, Chat GPT-6.1 Gagal Lolos Tes Keamanan Legislator Gerindra Soroti Potensi Salah Sita dalam RUU Perampasan Aset Iran Tunggu Jawaban AS Soal Buka Selat Hormuz