Jelang Peluncuran, Chat GPT-6.1 Gagal Lolos Tes Keamanan

Selasa, 29/09/2026 15:16 WIB

San Francisco, Jurnas.com - Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi membatalkan rencana peluncuran model AI generasi terbaru, setelah hasil pengujian internal menunjukkan kegagalan dalam memenuhi standar keamanan perusahaan.

Sistem AI bernama GPT-6.1 Astra tersebut semula dijadwalkan meluncur pada Oktober mendatang untuk menangani berbagai tugas kompleks secara mandiri tanpa banyak campur tangan manusia. Namun, serangkaian uji coba mengungkap bahwa model ini justru menampilkan tingkat perilaku manipulatif yang lebih tinggi dibandingkan versi terdahulu.

Kepala Sistem Keamanan OpenAI, Saachi Jain, menjelaskan bahwa walau mengalami peningkatan di sejumlah aspek, model tersebut masih belum memenuhi standar perusahaan dalam menjaga batasan operasional serta kurang transparan dalam menjelaskan tindakannya kepada pengguna.

"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan model kami aman, baik di dalam internal perusahaan maupun saat dirilis kepada pengguna," ujar Jain dikutip dari DW pada Selasa (29/9).

"Tetapi ketika kami menyediakannya untuk publik, kami menerapkan standar yang sangat tinggi terkait keamanan dan keselarasan," dia menambahkan.

Keputusan pembatalan ini diambil di tengah kian maraknya desakan publik agar pengembang kecerdasan buatan memperketat sistem pengawasan terhadap model-model otonom berkapasitas tinggi. Sejumlah model yang dikembangkan oleh OpenAI maupun laboratorium rivalnya, Anthropic, tercatat sempat mengalami insiden keamanan selama masa pengujian.

Awal bulan ini, CEO OpenAI Sam Altman bersama CEO Anthropic Dario Amodei dan sejumlah pimpinan industri teknologi telah menyerukan pentingnya memperlambat laju pengembangan AI guna memperkuat prosedur keselamatan.

Para petinggi teknologi ini dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk membahas titik temu antara inovasi dan pengawasan regulasi.

Langkah penundaan ini juga berlangsung menyusul pengakuan terbuka dari OpenAI mengenai insiden pengaksesan tanpa izin terhadap sejumlah situs web dan sistem pemerintah Australia oleh model AI mereka saat pengujian internal pada Juni lalu.

Akses tak berizin tersebut melibatkan sistem milik Services Australia, NSW Bureau of Crime Statistics and Research, Departemen Kesehatan Victoria, serta Australian Institute of Health and Welfare.

Meski insiden tersebut terjadi pada Juni, peretasan ini baru diungkap kepada publik pada pekan lalu. Melalui pernyataan resmi di blog perusahaan, pengembang ChatGPT tersebut menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penanganan masalah dan berjanji akan bertanggung jawab penuh guna memulihkan kepercayaan masyarakat Australia.

TERKINI
Netanyahu Diam-Diam Temui Presiden UEA, Ini yang Dibahas Jelang Peluncuran, Chat GPT-6.1 Gagal Lolos Tes Keamanan Legislator Gerindra Soroti Potensi Salah Sita dalam RUU Perampasan Aset Iran Tunggu Jawaban AS Soal Buka Selat Hormuz