Hindari Kemacetan Parah, Pemudik Diminta Jangan Balik Berbarengan

Kamis, 20/04/2023 23:38 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kepadatan lalu lintas menjadi momok yang tidak dapat terhindarkan pada arus balik mudik Lebaran 2023 . Oleh karena itu, masyarakat diimbau bisa membagi waktu kepulangan dari kampung halaman agar tidak berbarengan. Imbauan itu, diutarakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kemenhub memprediksikan peningkatan jumlah kendaraan pada arus balik terjadi mulai tanggal 24 dan 25 April atau hari Senin dan Selasa. Bahkan menurutnya tanggal tersebut bisa berpotensi sebagai puncak pergerakan arus balik .

Oleh sebab itu masyarakat dihimbau agar menetap terlebih dahulu di kampung halaman dan bisa balik ke Jakarta paling tidak mulai tanggal 26, 27 dan 28 April 2023. “Di hari Kamis dan Jumat (27 dan 28 April 2023), Jasa Marga berbaik hati akan memberikan diskon tarif tol 20 persen," ujar Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/4/2023).

Menurutnya, pemberian diskon tarif tol itu efektif untuk mendistribusikan kendaraan pada hari puncak arus mudik yang lalu. Pemberian diskon 20% dinilai Menhub mampu meningkatkan trafic sekira 12% dibanding kondisi normal.

"Karena terbukti pada arus mudik kemarin, dengan adanya diskon, pergerakan kendaraan tumbuh sekitar 12 persen, sehingga banyak masyarakat yang mudik lebih awal,” lanjut Menhub Budi Karya.

Sekedar informasi tambahan, jika masyarakat melakukan perjalanan balik mudik pada periode 26,27, dan 28 April maka otomatis mendapatkan diskon beberapa ruas tol. Seperti ruas tol Jakarta-Cikampek yang pemberlakuan diskon tarif tersebut untuk arus balik akan diberlakukan mulai tanggal 27 April.

Selain itu ruas tol Tangerang-Merak juga akan memberikan diskon tarif sebesar 20% untuk periode arus balik yang mulai berlaku tanggal 27-28 April mendatang. Sleain itu ada pula ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Kayu Agung.

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun