Barcelona Diadukan ke FIFA Terkait Transfer Marcos Alonso

Sabtu, 18/02/2023 09:15 WIB

Catalan, Jurnas.com - Klub Liga Spanyol Barcelona dilaporkan ke FIFA atas tuduhan penipuan terkait transfer Marcos Alonso dari Chelsea oleh Union Adarve.

Marcos Alonso bergabung dengan Barcelona di hari tenggat transfer musim panas 2022 secara bebas biaya usai kontraknya di Chelsea diputus atas kesepakatan bersama, sementara Pierre-Emerick Aubameyang menuju ke arah sebaliknya ke Stamford Bridge di hari yang sama.

Union Adarve, tim Segunda Division (La Liga kasta kedua), klaim bahwa transfer bek kiri 32 tahun itu merupakan pertukaran pemain alih-alih bebas biaya. Chelsea juga menggelontorkan €12 juta untuk merekrut Aubameyang.

Jika transfer Alonso benar pertukaran pemain, maka Adarve berhak mendapatkan paket kompensasi dari Barca atas dasar peraturan FIFA yang menyebutkan bahwa tim yang membantu mengembangkan bakat pemain di masa mudanya berhak mendapat ganjaran finansial ketika pemain tersebut ditransfer.

Marcos Alonso memang lebih banyak menghabiskan karier juniornya di Real Madrid, tetapi ia juga sempat berguru di Adarve.

Adarve menolak percaya bahwa transfer Alonso dan Aubameyang merupakan dua kesepakatan yang berbeda, mengingat hanya sedikit biaya transfer yang dikeluarkan The Blues, dan AS melaporkan bahwa mereka membawa kasus ini ke FIFA.

Jika Barca dinyatakan bersalah melanggar peraturan FIFA, maka mereka akan diancam beberapa sanksi.

Belum genap setahun bergabung, Alonso sudah meneken kontrak baru di Barca. Sementara itu pihak Blaugrana juga sedang diselidiki terkait pembayaran ke wakil presiden komite wasit Spanyol yang diduga suap.

Barca baru saja bermain sama kuat melawan Manchester United di babak play-off Liga Europa, Jumat (17/2). Laga berakhir 2-2, dan Alonso mencetak gol pembuka.(Goal)

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan