Selasa, 24/11/2020 16:58 WIB

Kepada Presiden Prancis, PM Palestina: Pemimpin Itu Menyatukan Bukan Memecah Belah

Kritikan Imran dilayangkan menyusul pembunuhan seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya beberapa waktu lalu.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Peshawar, Pakistan pada tanggal 9 Maret 2020 [Hussain AliAnadolu Agency]

Jakarta, Jurnas.com - Perdana menteri Pakistan, Imran Khan mengkritik presiden Prancis, Emmanuel Macron dengan menyebut orang nomor satu Prancis itu telah menebar Islamofobia.

Kritikan Imran dilayangkan menyusul pembunuhan seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya beberapa waktu lalu.

“Ciri khas dari seorang pemimpin adalah dia mempersatukan manusia bukan memecah belah mereka. Ini adalah masa ketika Presiden Emmanuel Macron bisa memberikan sentuhan penyembuhan, dan menyangkal ruang bagi para ekstremis daripada menciptakan polarisasi dan marginalisasi lebih lanjut yang pasti mengarah pada radikalisasi, "kata Imran Khan dilansir Middleeast, Senin (26/10).

“Sangat disayangkan bahwa dia telah memilih untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris yang melakukan kekerasan, baik itu Muslim, Supremasi Kulit Putih atau ideolog Nazi.”

Sayangnya, tambahnya, Macron telah memilih untuk dengan sengaja memprovokasi umat Islam, termasuk warganya sendiri, dengan mendorong tampilan kartun penistaan yang menargetkan Islam, dan Nabi Muhammad.

Dengan menyerang Islam, kata Khan, Macron jelas tanpa memiliki pemahaman apapun tentangnya, telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim di Eropa dan di seluruh dunia.

“Hal terakhir yang diinginkan atau dibutuhkan dunia adalah polarisasi lebih lanjut. Pernyataan publik yang didasarkan pada ketidaktahuan akan menciptakan lebih banyak kebencian, Islamofobia, dan ruang bagi ekstremis. "

Awal bulan ini, Macron menggambarkan Islam sebagai agama yang "dalam krisis", dan mengumumkan rencana untuk undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya "separatisme Islam" di Prancis.

Muslim Prancis menuduhnya mencoba menekan agama mereka, dan melegitimasi Islamofobia.

TAGS : PM Pakistan Presiden Prancis Ujaran Islamofobia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :