Sabtu, 05/12/2020 00:16 WIB

KPK Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi E-KTP Markus Nari ke Lapas Sukamiskin

KPK eksekusi Markus Nari berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung

Politisi Golkar, Markus Nari

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi terpidana kasus korupsi penerimaan suap dari proyek E-KTP Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Suka Miskin Jawa Barat.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, hal tersebut berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung Nomor: 1998 K/Pid.Sus/2020 tanggal 13 Juli 2020.

"Atas nama Terpidana Markus Pidana dengan cara memasukkan terpidana Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin" kata Ali kepada Wartawan, Jum`at (2/10).

Ali mengatakan, mantan Anggota DPR RI fraksi Golkar itu akan menjalani hukuman penjara selama 8 tahun dikurangi selama berada di dalam tahanan.

Selain itu, terpidana juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp300.000.000. Dimana, jika denda tidak dibayarkan maka dikenakan pidana pengganti berupa kurungan penjara selama 8 bulan.

"Dengan ketentuan jika pidana denda tidak dibayar maka kepada Terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama 8 bulan serta pidana tambahan lainnya untuk membayar uang pengganti sebesar USD900.000 subsider pidana penjara selama 3 tahun," kata Ali.

Adapun hukuman tambahan berupa pencabutan hak terdakwa untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun, terhitung sejak yang bersangkutan selesai menjalani masa tahanan.

Seperti diketahui, Markus awalnya dihukum 6 tahun penjara di tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor Jakarta. Hukuman tersebut kemudian diperberat menjadi 7 tahun penjara di tingkat banding.

Markus kemudian mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Namun, Markus Nari malah diperberat dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh MA. Selain itu, Markus Nari diwajibkan mengembalikan uang proyek E-KTP yang dikorupsinya.

 

TAGS : Kasus Korupsi E-KTP KPK Peninjauan Kembali Mahkamah Agung




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :