Senin, 26/10/2020 02:49 WIB

PM Palestina: Pernyataan Netanyahu Tentang Perdamaian Hanya Ilusi

Pernyataan PM Israel hanyalah bualan semata dan sangat jauh dari kenyataan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di sela pertemuan kabinet mingguan di Lembah Jordan, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 15 September 2019. (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Palestina (PA) Mohammed Shtayyeh mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut kesepakatan UEA-Israel untuk sebuah perdamaian.

Shtayyeh menilai, pernyataan PM Israel hanyalah bualan semata dan sangat jauh dari kenyataan. Ia menilai kesepakatan itu hanya untuk menguntungkan Israel.

“Pusat konflik adalah tanah. Kedamaian apa yang dicari Netanyahu? Kedamaian apa pun harus dibangun atas dasar penarikan diri dari tanah Palestina yang diduduki pada tahun 1967," katanya dilansir Middleeast, Selasa (18/08).

"Pernyataan Netanyahu tentang perdamaian adalah semacam ilusi. Prinsip bahwa perdamaian dicapai melalui kekuasaan tidak berarti perdamaian. Perdamaian harus dicapai berdasarkan logika, keadilan dan legitimasi internasional," tambahnya.

Ia menekankan bahwa pertempuran Israel adalah dengan Palestina yang merupakan pemilik tanah dan Palestina akan tetap teguh di tanahnya sendiri.

Mengenai Inisiatif Perdamaian Arab, Shtayyeh berkata: “Jika ada perubahan dalam Inisiatif Perdamaian, harus ada pertemuan Liga Arab untuk membahasnya.”

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara UEA dan Israel yang ditengahi oleh Washington.

Abu Dhabi mengatakan kesepakatan itu adalah upaya untuk mencegah rencana aneksasi Tel Aviv atas Tepi Barat yang diduduki, namun, penentang percaya upaya normalisasi telah dimulai selama bertahun-tahun karena pejabat Israel telah melakukan kunjungan resmi ke UEA dan menghadiri konferensi di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik lain dengan negara pendudukan.

Namun, Netanyahu mengulangi kemarin bahwa aneksasi bukan dari meja , tetapi telah ditunda.

Dalam pidatonya, Shtayyeh mengatakan kemarin: "Aneksasi dibekukan karena sikap Palestina yang kuat."

TAGS : PM Palestina Pemerintah Israel Benjamin Netanyahu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :