Jum'at, 10/07/2020 13:22 WIB

Arief Poyuono: Elit Politik yang Nyinyirin New Normal Monggo di Rumah Aja

New normal sering kali digunakan untuk kembali melakukan sebuah aktivitas sehari hari disaat berakhir atau sedang terjadinya, sebuah krisis sosial, krisis ekonomi dan bencana alam. 

Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kebijakan new normal (tatanan normal yang baru, Red) yang akan diberlakukan Pemerintahan Joko Widodo disaat krisis wabah pandemi virus corona merupakan langkah tepat dan harus didukung semua anak bangsa.

"New Normal bukanlah diksi atau istilah baru di dunia," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya diterima jurnas.com pada Kamis (28/5) pagi.

Menurutnya, new normal sering kali digunakan untuk kembali melakukan sebuah aktivitas sehari hari disaat berakhir atau sedang terjadinya, sebuah krisis sosial, krisis ekonomi, bencana alam yang masif artinya life must go on atau kehidupan harus berjalan di dunia ini

Ia melanjutkan, istilah new normal pernah di pakai oleh para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis dan ekonomi saat terjadi The great Depression 1930 , stagflation Amerika Serikat 1970 ,The japan lost decade 1980 dan krisis keuangan global 2008

"Dimana mereka memasuki new normal saat krisis dan berakhirnya krisis yang menghasilkan pemikiran pemikiran baru dan strategi baru untuk tetap bisa keluar dari krisis ekonomi tersebut agar bisa membuat ekonomi dan bisnis didunia berjalan dengan pola baru dan cara baru," tambahnya.

New normal, kata Arief, sebenarnya pernah diterapkan di Indonesia misal kehancuran secara ekonomi, interaksi sosial di Aceh akibat gempa Tsunami yang memakan korban ratusan ribu manusia.

"Dimana masyarakat yang tinggal dan selamat di Aceh juga memasuki era new normal untuk melanjutkan kehidupannya," katanya.

Jadi new normal yang diterapkan oleh pemerintah Joko Widodo sudah tepat disaat vaksin dan obat covid-19 belum ditemukan. Sama dengan new normal yang dialami masyarakat yang terkena bencana dalam melangsungkan aktivitasnya.

"Nah bagi elit elit dan tokoh nasional yang masih nyiyir dan protes engak pakai akal sehat serta minim pengetahuan terkait penerapan new normal, monggo stay at home dan senantiasa ikuti protokol kesehatan dalam masa wabah covid-19," teganya.

"Sebab, new normal sebuah cara yang paling tepat apalagi melibatkan TNI dan Polri secara massive untuk masuk new normal untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat," tambahnya.

 

 

TAGS : Virus Corona Arief Poyuono New Normal Joko Widodo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :