Selasa, 14/07/2020 10:34 WIB

Tidak Kebal, Perokok Malah Lebih Rentan Covid-19

Peneliti dari kedua pengembang aplikasi pelacakan gejala Covid-19 tersebut mengamati 2,4 juta warga Inggris, di mana 11 persennya merupakan perokok.

Tren pengeluaran rumah tangga termiskin di Indonesia lebih mengutamakan rokok daripada kebutuhan pokok lain (Foto: Thinkstock)

London, Jurnas.com - Sebuah penelitian yang dilakukan tim di Imperial College London, King`s College London dan Zoe, membantah hasil studi sebelumnya yang menyatakan bahwa perokok lebih kebal terjangkit virus corona baru (Covid-19).

Dikutip dari Express pada Senin (25/5), peneliti dari kedua pengembang aplikasi pelacakan gejala Covid-19 tersebut mengamati 2,4 juta warga Inggris, di mana 11 persennya merupakan perokok.

Dan seluruh respon merupakan pengguna Zoe, yang meminta orang untuk secara teratur melaporkan kesehatan mereka dan jika mereka memiliki gejala Covid-19.

Hasilnya, perokok 14 persen lebih rentan mengalami gejala termasuk batuk terus-menerus dan suhu tinggi, yang merupakan dua gejala utama Covid-19.

Perokok juga 50 persen berpeluang menderita gejala lain, seperti diare, kehilangan nafsu makan, dan mengigau.

Selain itu, perokok yang dites positif terkena virus lebih dari dua kali lipat kemungkinan harus mengunjungi rumah sakit.

Perokok diyakini memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular virus, karena lebih banyak menyentuh mulut dan bahan kimia dari rokok yang merusak saluran udara.

Sebelumnya, pakar penyakit menular di University College London, Profesor Francois Balloux mendukung klaim bahwa merokok dapat mencegah seseorang terjangkit Covid-19.

Namun yang mengejutkan, studi di China menunjukkan bahwa mayoritas pasien Covid-19 bukan perokok. Sementara para peneliti dari New York University, dan University of West Attica di Yunani menemukan, dari 5.300 pasien, hanya 6,5 persen perokok.

TAGS : Penelitian Covid-19 Perokok Risiko Kematian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :