Senin, 10/08/2020 06:48 WIB

Kementan Pastikan Ekspor Sub Sektor Peternakan Jalan Terus

Perusahaan sub sektor peternakan yang sudah memastikan akan melaksanakan ekspor ke beberapa negara dengan total nilai Rp538,12 miliar.

Suasana Rumah Proses Walet di Salatiga sekaligus milik PT Waleta Asia Jaya (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita mengklaim ekspor sub sektor peternakan mengalami kenaikan Januari-Februari 2020.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor sub sektor peternakan Januari hingga Februari 2020 mencapai Rp1,7 triliun atau meningkat 30% dibandingkan ekspor Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun (YoY)," ujar Ketut dalam keterangan tertulisnya diterima Jurnas.com, Senin (6/4).

Ketut menambahkan, pada April 2020, terdapat beberapa perusahaan sub sektor peternakan yang sudah memastikan akan melaksanakan ekspor ke beberapa negara dengan total nilai Rp538,12 miliar.

"Diharapkan nilai ini akan terus meningkat sampai akhir bulan," kata Ketut.

Perusahaan Sinar Indochem dan Charoen Pokphand Indonesia sudah menyatakan siap melakukan ekspor pakan ke Republik Demokratik Timor Leste masing-masing sebanyak 240 ton dan 60 ton dengan total nilai Rp1,57 miliar.

Selanjutnya, perusahaan Greenfields Indonesia menyatakan akan mengekspor susu dan produk susu olahan ke Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebanyak 417 ton dengan nilai mencapai Rp5,67 miliar.

Selain itu, Japfa Comfeed Indonesia juga menyatakan akan mengekspor Hatching Egg ke Myanmar serta Day Old Chicken (DOC) ke RDTL sebanyak masing-masing 625.000 butir dan 18.000 ekor dengan total nilai mencapai Rp3 miliar.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, kami akan terus mendorong dan memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang berencana akan ekspor produk peternakan," ujar Ketut.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani menambahkan, perusahan yang memproduksi Sarang Burung Walet (SBW) yaitu Ori Ginalnest Indonesia juga akan mengekspor SBW ke Amerika Serikat, China, dan Australia sebanyak 780 kg dengan nilai sebesar Rp 24,96 miliar.

Fini juga mencatat, beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri Obat Hewan akan mengekspor obat hewan jenis vaksin dan biologik sebanyak 343.582.000 dosis, farmasetik dan premix sebanyak 23.922 ton ke negara China, Jepang, Australia, dan ke lebih dari 30 negara lainnya.

"Nilai ekspor obat hewan tersebut mencapai nantinya mencapai Rp502,66 miliar," ungkapnya.

Fini mengakui bahwa virus corona yang menyebar secara masif di dunia, membuat beberapa negara terdampak mengeluarkan kebijakan pembatasan keluar masuknya barang dan manusia dari dan ke negara menghambat aktivitas perdagangan mengalami tekanan.

Namun, melihat pencapaian kinerja ekspor sub sektor peternakan pada Januari-Februari 2020, dan rencana ekspor pada April tersebut, Ia optimis ekspor produk sub sektor peternakan dapat bertahan dalam ketidakpastian perekonomian akibat pandemi COVID 19 saat ini.

"Seperti yang terus disampailan Bapak Menteri, sektor pertanian harus menjadi sektor yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai krisis, tidak hanya fokus dalam peningkatan produksi, tetapi juga berupaya untuk mencari pasar alternatif tujuan ekspor," tegas Fini.

TAGS : I Ketut Diarmita Ekspor Sub Sektor Peternakan Fini Murfiani Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :