Senin, 30/11/2020 05:44 WIB

Tolak Visa Menlu Iran, 120 Negara Gerakan Non-Blok Kecam AS

Penolakan AS mengeluarkan visa merupakan pelanggaran langsung terhadap ketentuan perjanjian Markas Besar PBB 1947 yang mengharuskan Washington mengizinkan pejabat asing masuk ke negara itu untuk urusan PBB.

Menteri Luar negeri Iran Mohammad Javad Zarif

New York, Jurnas.vcom - 120 negara anggota Gerakan Non-Blok (NAM) mengecam Amerika Serikat (AS) karena menolak mengeluarkan visa Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Sabtu (11/1), Negara NAM menentang langkah AS merujuk paragraf 24,6 dari dokumen final yang diadopsi pada pertemuan puncak ke-18 di Baku, Azerbaijan, April lalu.

Dokumen tersebut menyatakan, penolakan AS mengeluarkan visa merupakan pelanggaran langsung terhadap ketentuan perjanjian Markas Besar PBB 1947 yang mengharuskan Washington mengizinkan pejabat asing masuk ke negara itu untuk urusan PBB.

"Biro Koordinasi (NAM) menolak penolakan penerbitan visa masuk Pemerintah AS kepada Zarif untuk menghadiri Rapat DK PBB atas undangan Presiden Dewan Keamanan yang dijadwalkan pada 9 Januari 2020 merupakan pelanggaran mencolok terhadap ketentuan Perjanjian Markas Besar PPB serta hukum internasional," kata NAM dalam pernyataan.

"Biro Koordinasi Gerakan Non-Blok (NAM) menyerukan kepada semua negara tuan rumah PBB dan pertemuan internasional lainnya mematuhi kewajiban mereka mengeluarkan, tanpa diskriminasi dan penahanan visa masuk delegasi negara anggota sesuai dengan perjanjian negara tuan rumah," tambahnya.

Zarif sebelumnya mengatakan negarawan Washington sangat takut seseorang pergi ke negara mereka dan menyampaikan kebenaran kepada orang-orang Amerika.

Zarif menjelaskan, Kementeriannya sudah berminggu-minggu lalu meminta visa untuk berpartisipasi pada pertemuan DK PBB pada 9 Januari tentang pentingnya menegakkan Piagam PBB. Menurutnya, langkah itu indikasi dari krisis moral pemerintah AS dan tim Presiden Donald Trump.

Pertemuan Dewan Keamanan akan memberi Zarif kesempatan untuk secara terbuka mengkritik AS karena membunuh Jenderal Qassem Soleimani, yang telah memicu kemarahan publik di seluruh dunia.

Zarif terakhir melakukan perjalanan ke New York pada September untuk pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB setelah AS menjatuhkan sanksi kepadanya pada Agustus atas pesan bangsa Iran yang fasih kepada dunia.

TAGS : Gerakan Non-Blok Agresi Amerika Serikat Javad Zarif




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :