Rabu, 12/08/2020 13:52 WIB

Alat Pembersih Udara di Pakistan Diburu Orang

Selama beberapa bulan terakhir, telepon Hasan Zaidi berdering tanpa henti. Penelepon adalah penduduk yang putus asa di Pakistan, berharap untuk mendapatkan alat pembersih udara, setelah negara itu dikepung kabut asap.

Kabut asap di Pakistan (Foto: AFP)

Islamabad, Jurnas.com - Selama beberapa bulan terakhir, telepon Hasan Zaidi berdering tanpa henti. Penelepon adalah penduduk yang putus asa di Pakistan, berharap untuk mendapatkan alat pembersih udara, setelah negara itu dikepung kabut asap.

"Beberapa hari, saya mendapat begitu banyak panggilan sehingga saya tidak bisa menjawab," kata Zaidi dikutip dari AFP pada Senin (30/12).

Mayoritas warga Pakistan sudah muak dengan udara pekat dan busuk. Dan Zaidi menghabiskan enam bulan menyempurnakan perangkat buatannya, ketika ia akhirnya berhasil menemukan solusi murah untuk udara beracun di Pakistan.

Selama musim dingin ini saja, insinyur berusia 31 tahun itu telah menjual sekitar 500 unit alat pembersih udara, yang dihargai hanya 16.000 rupee Pakistan atau US$103.

Tapi di saat bersamaan, dia telah menolak ratusan pesanan dalam beberapa pekan terakhir, karena kurangnya tenaga dan sumber daya.

Di Pakistan, pemurni "Indoor Forest" Zaidi dianggap lebih murah daripada model impor, yang biasanya berharga sekitar dua hingga lima kali lipat.

Diketahui, dalam lima tahun terakhir, polusi udara telah memburuk di Pakistan, ketika campuran asap diesel tingkat rendah, asap dari tanaman musiman terbakar, dan suhu musim dingin yang lebih dingin menyatu menjadi awan kabut yang stagnan.

Pada 2015, 135.000 warga Pakistan meninggal karena kualitas udara yang buruk, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet.

Polusi terburuk ada di provinsi Punjab timur selama musim dingin, khususnya di kota Lahore yang berpenduduk 12 juta jiwa, berdekatan dengan perbatasan India.

Pada November lalu, sekolah ditutup selama beberapa hari di seluruh provinsi dengan tingkat PM2.5, berulang kali melebihi 200 mikrogram per meter kubik udara.

Sementara batas aman maksimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ialah 25.

Pakistan merupakan salah satu negara dengan kualitas udara terburuk di dunia, dan Lahore secara konsisten masuk dalam 10 besar kota yang dilanda kabut asap, menurut situs pemantauan polusi AirVisual.

Tetapi Tanveer Waraich, direktur jenderal badan lingkungan Punjab, menolak angka-angka itu, mengatakan pembacaan polusi yang dikutip oleh pengawas dan aktivis bukan dari "mesin asli".

"Untuk mengatakan bahwa Pakistan dan Lahore adalah di antara kota-kota berpolusi tinggi, pernyataan ini tidak didasarkan pada fakta," katanya, tetapi mengakui kualitas udara negara itu sebagian besar tidak dapat diterima.

TAGS : Alat Pembersih Udara Pakistan Kabut Asap




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :