Rabu, 13/11/2019 06:28 WIB

Perang Dagang AS-China Memanas, Harga Minyak Dunia Anjlok

Kedua tolok ukur harga minyak dunia sejak dua minggu lalu sudah anjlok,  Brent turun lebih dari 2 persen dan minyak mentah AS mengakhiri minggu sekitar 1 persen lebih rendah.

Pemandangan matahari terbenam di ladang minyak Daqing di provinsi Heilongjiang, China 7 Desember 2018. (Foto: Stringer/Reuters)

Tokyo, Jurnas.com - Harga minyak turun pada Senin (5/8) di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat (AS,) Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan impor China yang lebih banyak.

Ketegangan di Timur Tengah juga menjadi salah satu penyebab jatuhnya harga minyak. Baru-baru ini Iran kembali menyita sebuah kapal tanker yang katanya penyelundupan bahan bakar.

Minyak mentah Brent LCOc1 turun 50 sen, atau 0,8 persen, pada USD61,39 per barel pada 0029 GMT. Minyak mentah AS CLc1 turun 24 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD55,42 per barel.

Kedua tolok ukur harga minyak dunia sejak dua minggu lalu sudah anjlok,  Brent turun lebih dari 2 persen dan minyak mentah AS mengakhiri minggu sekitar 1 persen lebih rendah.

"Permintaan minyak  mengecewakan pada 2019 karena aktivitas ekonomi yang lebih lemah, cuaca yang tidak menguntungkan dan ketegangan perdagangan," kata Goldman Sachs dalam sebuah laporan penelitian.

Pekan lalu, Trump mengatakan akan mengenakan tarif 10 persen pada USD300 miliar impor China dan mengatakan dia bisa menaikkan bea lebih lanjut jika presiden China, Xi Jinping, tak membuat kesepakatan perdagangan.

Pengumuman ini memperluas tarif AS ke hampir semua produk Tiongkok yang diimpor. Setelah pengumuman Trump itu, China juga berjanji akan melawan kembali keputusan Trump.

Perang perdagangan telah memukul pertumbuhan ekonomi, yang cenderung mengurangi permintaan komoditas seperti minyak.

Ekspor minyak mentah AS melonjak 260.000 barel per hari (bph) pada Juni ke rekor bulanan 3,16 juta barel per hari, menunjukkan ada banyak minyak di pasar. Korea Selatan megimpor minya dengan rekor dan China melanjutkan pembelian, data dari Biro Sensus AS menunjukkan.

Juga di AS, penghitungan anjungan minyak mingguan, indikator produksi di masa depan, turun untuk minggu kelima berturut-turut karena sebagian besar produsen independen memangkas pengeluaran meskipun jurusan masih terus maju dengan investasi dalam pengeboran baru.

Media pemerintah Iran melaporkan pada Minggu (4/8), Pengawal Revolusi Iran menangkap sebuah kapal tanker minyak Irak di Teluk, yang menyelundupkan bahan bakar.

TAGS : Harga Minyak Timur Tengah Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :