Senin, 20/01/2020 02:41 WIB

Perempuan Punya Pilihan dalam Kesehatan Reproduksi

Perempuan harus tahu kapan ia memutuskan mempunyai anak, dan tahu kapan harus membesarkan anak secara berkualitas.

Seperti halnya menikah, kehamilan pun perlu diencanakan (Foto: Shutterstock)

L

Jakarta, Jurnas.com - Perempuan sering merasakan social pressure pada saat menghadapi hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

DKT Indonesia melalui Andalan Kontrasepsi menyelenggarakan ajang “Andalan Inspiring Mom” sebagai salah satu bagian dari kampanye #beranimenginspirasi untuk mengajak perempuan di Indonesia agar berani mengambil keputusan atas tubuhnya sendiri, terutama dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Keputusan tersebut diantaranya memilih untuk kapan ingin punya anak, kapan ingin hamil, berapa jumlah anak yang ingin dimiliki, dan keputusan tersebut memang berdasarkan pada kata hati dirinya sendiri, bukan karena pengaruh orang lain.

Juan Enrique Garcia, Direktur DKT Indonesia yang juga membawahi Andalan Kontrasepsi mengungkapkan melalui gagasan ‘Let every child be wanted’, kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, sehingga kehadirannya perlu dipersiapkan secara matang.

"Di sisi lain, kami juga mendukung hak setiap perempuan untuk dapat meraih impian dan cita-citanya. Perempuan memiliki peran penting untuk mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri, terutama dalam mengatur perencanaan keluarga guna meningkatkan kesehatan keluarga, masa depan, serta kualitas kehidupannya," ucap Juan.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dr. Dwi Listyawardani, Ir., M.Sc mengungkapkan pemerintah menyambut baik atas inisiatif DKT Indonesia melalui Program Inspiring Mom.

"Program itu dijalankan mereka agar mampu menggerakkan keluarga Indonesia agar berani merencanakan keluarganya ke arah yang lebih baik, tahu akan hak-hak terkait kesehatan reproduksinya, berfokus pada kesehatan Keluarga, tahu kapan harus mempunyai anak, dan tahu kapan harus membesarkan anak secara berkualitas," ucapnya.

Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju nomor 4 di dunia pada tahun 2030. Untuk meraih hal tersebut, mulai saat ini, setiap Keluarga Indonesia harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas setiap anggota keluarganya agar mampu bersaing dalam era modern.

*Perencanaan keluarga yang baik, khususnya bagi ibu-ibu muda, menjadi basis kekuatan, modal utama menuju kemajuan yang diharapkan," ungkap Dr Dwi.

Dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI menambahkan Kementerian Kesehatan juga telah memasukkan program KB sebagai salah satu intervensi kunci dalam penurunan kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. Pada Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, indikator pertama keluarga sehat adalah Keluarga Mengikuti KB.

“Berbagai tantangan masih kita hadapi, misalnya peningkatan demand masyarakat untuk ber-KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), kualitas konseling dan pelayanan KB, aspek pembiayaan pelayanan KB, dan masih cukup tingginya tingkat putus pakai kontrasepsi," ucap Dr Erna.

TAGS : Kesehatan Reproduksi Keputusan Perempuan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :